A. LETAK GEOGRAFIS
RW 05 terletak di Kelurahan Sudajayahilir Kecamatan Baros Kota Sukabumi berada di selatan Kota Sukabumi. Merupakan wilayah pedesaan, meskipun sejak tahun 1999 telah resmi masuk ke wilayah perkotaan.
Wilayah RW 05 dikelilingin oleh areal pesawahan. Kurang lebih 80 % terdiri dari tanah pesawahan dan lahan terbuka hijau.
Batas-Batas Wilayah RW 05:
a. Sebelah Utara berbatasan langsung dengan RW 04 Kelurahan Sudajayahilir b. Sebelah Selatan Berbatasan langsung dengan RW 06 Kelurahan Sudajayahilir c. Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Sindangsari d. Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan JayamekarB. KEADAAN PENDUDUK
Mayoritas penduduk RW 05 adalah petani dan buruh yang bekerja di kota-kota besar. Pertambahan penduduk di wilayah ini tidak begitu pesat dari tahun ke tahun, diperkirakan hanya lahir 5 bayi dalam setahun. Rasio perbandingan antara lelaki dengan wanita adalah seimbang. Sementara jumlah angka produktif lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah penduduk non-produktif.
Tabel Reakapitulasi Jumlah Penduduk RW 05, Tahun 2007-2008
|
RT |
JUMLAH KK |
LAKI-LAKI |
WANITA |
JUMLAH ANGGOTA KELUARGA |
|
RT 01 |
83 |
158 |
168 |
326 |
|
RT 02 |
48 |
113 |
103 |
216 |
|
RT 03 |
47 |
90 |
89 |
179 |
|
RT 04 |
48 |
64 |
115 |
179 |
|
|
|
|
|
|
|
|
226 |
425 |
508 |
933 |
C. SARANA DAN PRASARANA
Sarana yang dimiliki oleh RW 05 adalah
| Sarana | Fisik | Jumlah |
| Ibadah | Mesjid Jami | 1 |
| Mesjid/ Langgar | 2 | |
| Pendidikan | Madrasah | 1 |
| Mts | 1 | |
| Tpq | 1 | |
| Majlis Ta’lim | 3 | |
| Pontren | 1 | |
| Keamanan | Pos Ronda | 3 |
| Kesehatan | posyandu | 1 |
| Usaha | Gedung Koperasi | 1 |
| Gedung kelompok usaha | 1 | |
| Transportasi | Gang | 800 meter |
| Jalan Lingkungan | 1000 meter |
D. SEJARAH SINGKAT RW 05
Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, wilayah Balandongan Selatan hanya terdiri dari beberapa suhunan/ rumah saja. Jalan utama yang saat ini telah memiliki nama Jl. Widyakrama masih merupakan jalan tanah apabila kemarau mnerjang debu mengepul sementara ketika musim hujan tiba, becek bukan main, namun..anak-anak senang juga dengan kondisi seperti ini. Tepat di ujung Selatan Kampung ini, terdapat sebuah rumah yang penampilan dan arsitekturnya menyerupai gedung pementasan atau semacam amfiteater, dalam Bahasa Sunda gedung seperti ini disebut Balandongan, hal inilah yang menjadikan secara keseluruhan, mulai dari RW 03 sampai RW 05 kampung besar ini di beri nama Balandongan.
Pada Tahun 1035, di kampung ini didirikan sebuah lembaga pendidikan, Madrasah Hidayatul Islamiyah . Para pendiri institusi pendidikan pertama di kampung ini adalah KH. Selaeman dan KH Ilyas, orang zaman dulu memanggil para sesepuh mereka dengan sebutan ” Mama”. Para pendiri lembaga pendidikan tersebut merupakan pahlawan yang pernah melakukan perlawanan secara frontal dengan Pemerintah Hindia Belanda, sampai menyebabkan dibakarnya beberapa rumah di kampung ini oleh pemerintah Kolonial.
Di awal pasca kemerdekaan, wilayah peri-peri ini mulai didatangi oleh beberapa pendatang, meskipun secara mayoritas penduduk kampung ini berasal dari penduduk tempatan yang beranak cucu di wilayah ini. Secara berangsur jumlah rumah dan warga pun mulai mengalami peningkatan. Namun, tetap saja masih homogen seperti semula, karena para pendatang tersebut secara kultur masih merupakan suku Sunda.
Sampai menjelang tahun 1950-an peningkatan kesadaran terus berlangsung, bukan hanya dari segi intelektual termasuk dari segi politik. Partai dominan yang menjadi pilihan warga di era orde lama ini adalah Masyumi, ini bisa dikatakan masuk akal, karena secara turun temurun dan kultur wilayah ini terdiri dari beberapa santri setempat dan terdapat sebuah pondok pesantren. Tak heran jika wilayah ini sering dijuluki kampung santri.
Perubahan besar-besaran terjadi menjelang tahun 80-an. Di awal dekade ke dua masa kepemimpinan Soeharto ini, penerangan (PLN) mulai masuk, dua tahun setelah Gunung Galunggung meletus jalan berdebu mulai dibalai dengan bebatuan. Rumah-rumah sederhana mulai direhab oleh para penduduk, tentu saja yang memiliki biaya. Ruang publik pada tahun ini, menurut data yang kami terima dari hasil wawancara, adalah masjid jami Al-Istiqomah dan rumah-rumah penduduk yang masih merupakan rumah panggung. Selepas ashar dan ISya, para pemuda di waktu itu sering meluangkan waktu mereka dengan kongkow-kongkow di tempat-tempat itu. Bahkan, masjid pun sering dijadikan tempat untuk menginap mereka, subuh bangun dan melakukan kewajiban, melaksanakan Sholat Subuh.
Televisi mulai masuk, radio pun mulai bersuara di sudut-sudut kampung. Acara yang paling digemari oleh para penduduk waktu itu adalah dongeng sunda pasosore.
Pada tahun 1992, gedung Madrasah kuno diruntuhkan, kemudian didirikan bangunan baru. Dan baru saja, di penghujung tahun 2007 ini telah didirikan kembali gedung sekolah baru sebanyak empat lokal.
Pada tahun 1997, jalan berbatu juga telah diaspal. menjelang milenium ke tiga ini lah mulai terjadi revolusi besar-besaran, perubahan dari pola dan gaya hidup penduduknya. Sistem manual telah bergandi dengan mekanisasi di sebaga aspek kehidupan. Kerbau diganti posisinya oleh traktor sawah!
Disajikan Oleh : Team Telecenter 05
============





maap. saya perhatikan, tokoh ne bukan tukang dongeng, tapi hanya org biasa yang sedang jatuh cinta dan menuliskannya seenak perut…da baca kahlil belum si tokoh? ato karya HC handersen ?nah, tu baru tukang dongeng..tukang dongeng mampu bawa pembaca kenegeri yang dia ceritakan…belum tau JK rowling ya? payah.
lam kanel mas…
siiip lah tukang dongeng
a…adem disini..ampe bawa kupi ma ruti neh wat bekel..hehehehe
halo bos, kumaha damang?sudah lama tidak bersua…via blog tentunya hehehe….
rek nyusul ah..5 taun deui..:D
Sae,…webna.
salam kenal we ti abdi Ketua salah sahiji ketua RW oge di… kel Gunung Parang, Cikole..dismi oge.
seeuran atuh tulisanna ameh rame.
…emang pendidikan politik diurang mah loba nipu nu leutik….
…nu ngora kedah gewat ngarubih jeung mimpin…ulah nu kolot wae….
…tiasa wae nukolot oge ari tebelikan, teu geuringan, teu KKN…
..nu ngora olah kabawakeun, saena ngarereuskeun…
…sanes kitu ki dalang/tukang dongeng…
…tiasa abdi ameng karorompok akang…
Thanks for sharing your Memmories about her. the girl that always come to my head whenever I’m alone. although that we’ve had a separate destiny, however the connection is always there, Blur and fading but exist. Remain hidden in the deepest and darkest blank room in my heart.
once again thank you, I never knew what she was like when she was at SMP 3.
but by your story it seems that we admire the same woman.
Thanks,
Regards,
kang Warsa… dongenga mani waas yeuh!
ih kalo baca di internetmah meni waas da ari kenyataanmah geuningan tiaalit di dinya asa teu aya nu aneh. waas kacida
Walau belum membaca seluruhnya, saya sesama warga Sukabumi dan alumni SMA 1, merasa bangga dengan penyajian dari web ini, yang dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan dimana penulis berada. tks
Assalamu’alaikum….salam kenal
Wa alaikum salam warahmatulahi wabaraktuhu.. salam kenal juga bung kejawen!
asa reuwas web rt tapi meni detail ferpect jslte rupinamah akang payus kanggo ngokolakeun web kota smi siga blog garut anu kacida detailna padahal wilayahna 20 sd 30 kalieun kota smi simkuring urang goalpara asa isin pami kota smi kenging penghargaan kayaning adipura tatanugraha dll asa pasalia sareng kabuktosanana saneskitu reuus lah aya anu haat ngamumule lembur sorangan
Assalamu’alaikum
Salam kenal mas warsa, Jangan lupa kapan2 Berkunjung kesini
Assalamualaikum…kang Warsa, salam kenal. Kang, th 2000-2001 aku kenalan sama Dina Handayani di brunai , dia tinggalnya ya di widya krama, sukabumi. Saya sangat mencintainya kang,tapi akhirnya terpisah karena saya ada di jakarta sedang dia ada di brunai, sekarang putus informasinya. Yang saya tahu kadang sebulan dia suka aku 3 bulan tidak suka, balik lagi suka terus tidak lagi, biasanya waktu aku ajak married dia lari …dst dst…Walaupun gitu, dia gadis yang paling aku cinta kang. Mungkin sekarang dia dah menikah, tapi gak tahu lagi ya,..Kang tolong dong infonya emang dia ada di situ atau bukan orang situ…aku kangen kang. Paling tidak just say hello aja aku dah senang kok….makasih sebelumnya ya kang atas infonya.
Jun:
Saya Kenal Dengan Dinah Handayani, Dulu pernah berdiskusi dengan saya, sekarang dia sudah menikah dan mempunyai seorang putri. Kebetulan saat ini dia masih satu kampung dengan saya, dan suaminya aktiv dengan saya di PNPM.
Terima kasih!
Alhamdulillah kang akhirnya usai sudah pencarianku baik di dunia nyata maupun di dunia maya, walaupun aku harus kecewa kalo memang dia dah married, berarti dia memang bukan jodoh aku kang. Sekuat apapun berusaha, kalo bukan jodoh mau apa lagi…. walo pedih rasanya. Sorry …jangan ikut nangis ya kang.Bukan tanpa alasan aku suka dia kang,..dia cantik, berjilbab, pekerja keras yg rajin , dan bekerja demi keluarganya,setiap jam 10 malam dia selalu ngaji walaupun capek.Kebiasaanya makannya dikit, suka sakit magh kali, sukanya makan mie instant. Pas ulang tahun aku beliin pizza kesukaannya dan kue ulang tahun.Dia suka ingetin aku kalo aku terlalu boros nraktir temen2, lucunya waktu aku ngomong “abdi mah kabogoh ka anjen” dia malah marah2, katanya bukan gitu ngomongnya…aku ulangi lagi, salah lagi..dan salah terus. Saya orang jawa kang lidah suroboyoan, jadinya ya gak nyambung, kata2 itupun didapat dari temen artinya sih katanya aku cinta kamu, bener gak ya?.Demi jumpa dia aku setiap ada waktu malam2 (pagi kerja)jalan kaki 3km (gak ada angkutan)ketempatnya dan pulangnya sering kehujanan dan basah semua, sederas apapun hujan gak aku peduliin terus jalan karena besok mesti kerja lagi. Cinta memang harus diperjuangkan, sangat berat dan menyakitkan.Jam 8 malam, pas aku lagi sibuk2nya kerja dia nelpon ke hpku…..dia minta putus…dunia terasa berhenti kang……Aku gak peduli lagi sama kerjaan yg penting no 1 Dina dulu, aku tinggalin kerjaan Aku lari ke tempat sepi, aku marah dan protes Dina habis2an….akhirnya pasrah dah, KO aku kang. Waktu jumpa lagi yang kuingat kata2 menyakitkan itu dia pernah bilang “aku gak mau mas kecewa kalo tahu siapa aku sebenarnya”, cara halus untuk menolak seorang pria.Karena gak ada harapan lagi dapetin Dina atau Han, saat itu juga aku putusin pulang ke Indonesia, walaupun aku didenda imigrasi 4,5 juta rupiah.
Makasih kang dah mo dengerin curhatku, sesuai judul SKETSA KEHIDUPAN, Terima kasih juga sudah turut menjaga Dina.Tolong jangan sakiti dia ya kang…salam buat semua warga anda, semoga allah meridloi dan mengabulkan apa yg anda dan warga anda harapkan..amin. Mumpung menjelang lebaran sampaikan salam kenal dan ma’af sebesar2nya untuk anda, semua warga rw5 terutama Dina dan suami sekeluarga selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriah Mohon Ma’af lahir dan bathin.
Buat Dina:
“Makasih ya Din kartu lebarannya, tertanggal 1 syawal 1423 H atau 23 nov 2002. sebenarnya waktu itu aku mau nengok kamu ke Brunai, tapi aku takut kamu kecewain aku lagi. Sekarang sudah 7 tahun berlalu, tapi rasanya seperti baru kemarin kamu nelpon aku, kartumupun sekarang masih aku baca, dan hanya inilah satu2nya yang menemaniku. Tapi sekarang semuanya sudah berubah….”
Buat Kang Warsa :
Kang Warsa walaupun saat ini hatiku benar2 hancur sehancur2nya, dan aku merasakan kehampaan yang luar biasa dalam hidup ini bahkan badanku terasa lemas dan jadi linglung, pandangan jadi nanar…karena ternyata aku sudah tidak lagi bisa melihat setetespun harapan untukku…semua yg ada hanya kehampaan..hampa..dan hampa. Tapi aku bersyukur karena Allah telah memberiku cinta yg sebenarnya, Mungkin benar kata orang “cinta tak berarti harus memiliki” yg sebenarnya sangatlah menyakitkan.Pencarianku yg lama dan usaha yg sia2, ternyata masih menyisakan senyum untukku.
Kang Warsa, anda boleh bangga menyebut diri sebagai orang yg jago dalam membuat puisi. Tapi tahukah anda bahwa di kampung anda ternyata bukan anda saja yg jago di bidang ini. Aku sangat beruntung mendapatkan salah satunya. Siapa diaa…ya tentu saja Dina Handayani. Aku tunjukin dikit aja ya kang, aku takut ntar Dina marah, karena ini puisi pribadi.
Dengan diiringi gema takbir yang bersahutan
Dimana setiap hamba Allah sibuk dengan uluran tangannya
Melainkan untuk mendapat kema’afan sdari sesamanya
Rahasia….
rahasia….
rahasia….dst
Gimana kang Warsa bagus kan?
Comment, kritik, dan saran untuk Kang Warsa
1. Hari ini blognya tambah bagus, cuman materinya perlu diperluas. Misalnya Tips dan Tricks internet, download gratis,masalah kesehatan, teknologi pertanian,jam,(kalender udah) pertanian organik, perikanan, cara mengolah tanah kurus jadi subur ,teknologi tepat guna, kuliner, lowongan kerja, bisnis kaki lima, bagaimana cara memulai suatu usaha, bagaimana berusaha dengan modal nol, membuat kaos, sablon, spanduk ..dll…dlll banyak pilihan kang. Biar banyak yg datang dan ntar masuk iklan, ..dapat duit dah. Kang Warsa kan ahlinya bidang ini.
2. Dalam membuat suatu tulisan jangan campur adukkan antara cerita dan fakta. Fakta harus berdasar riset dan data, jadi yang berbau katanya…katanya…menurut kakek…dll jangan ditulis, tulis dalam bentuk lain.
3. Partisipasi warga berupa tulisan, karya, prestasi, kelebihan milik kampung anda baiknya juga ditampilkan biar mereka bangga, dan jadi melek internet semua. Masalah pertanggung jawaban, amanah yg dibebankan kepada pengelola kampung sebaikknya ditampilkan juga, biar ada kontrol.
4. Penampilan, mengenai foto, Foto untuk kekgiata P2KP, mana..kok cuman orang duduk2 dan foto anda saja. Kegiatannya mana, semakin banyak profil orang anda tampilkan anda akan semakin dicintai warga anda tentunya, mereka akan senang bisa mejeng di internet. Kegotong royongan dan keguyupan dalam pembanguna balai RW juga kagak ada, yg ditampilin cuman bentuk fisik balainya RWnya, sense of humanitynya gak ada. Katanya mau memberdayakan warga, warganya kan yg jadi subyek balai RW jadi obyek. Kok subyeknya gak ditampilin. Sekarang Profile anda, Anda udah ganteng, dilihat dari sisi manapun ya tetep ganteng tapi sorry kang ya itu foto anda apa foto jenggot anda…hehe jangan marah ya kang.
Makasih kang ya atas semua kebaikan anda, informasi tentang keberadaan Dina dan saya boleh nampilin uneg2 saya. Sesuatu yg tak ternilai bagi saya…maju terus kang kampung anda, hancurkan kemiskinan, hancurkan keserakahan, tingkatkan kemandirian ekonomi, tingkatkan keguyupan, tolong menolong, saling menghargai, kebersamaan dan jangan lupa beramal ya…hehe..walau hanya dengan senyuman kepada orang lain.
Nb: Kirim artikel boleh kagak?…kapan2 di add ya fbku….nuhun kang, matur tengkyu.
selamat dan salam kenal Kang Warsa, saya juga ketua RW yang baru belajar blog satu bulan. Itung-itung mau ngelmu.
@ Eko : Sami-sami kang.. hayu ah urang ngapung ka jomantara…hehe
@ Jun : Untuk kegiatan kami sering menampilkan di blog khusus ( http://lpmsudhil.wordpress.com)
Konten dari tulisan saya adalah fiktif, sastra, tiada lain hanya sebatas untuk memberikan pencerahan semata… dan mudah2an bisa dinikmati… ketika harus menghadirkan fakta rupanya kami harus menyediakan mesiu khusus.. oke.
ngiring ngalangkung.. kang