Tiba-tiba ingatanku kembali ke masa kecil dulu. Kehidupan memang nyaris tanpa keluh- kesah. Juga, di luar sana orang tidak terdengar menggerutu karena naiknya harga, bisa kamu kenang juga dengan tenang sambil menikmati secangkir teh hangat kalau dulu uang receh 5 rupiah, 10 rupiah, 25 rupiah, dan 50 rupiah masih sanggup membeli kerupuk, bubur ayam, shampo, bahkan sebatang rokok.
Kehidupan semasa kecil dulu, jelas tidak bisa dihapus ketika mengenang kembali arti hadirnya beberapa sahabat dalam kehidupan kitu. Mereka hadir ketika kebahagiaan menerjang dan tampil sebagai teman, mereka ada ketika hidup sedang di jejali oleh segudang kesedihan dan hadir sebagai motivator hidup..
Sahabatku, Wahyu, Wawan, Agus, Emen, Dll sudah delapan tahun ini tidak pernah bertemu kembali. Kerinduanku sudah tentu adalah terhadap permainan gobak sodor selepas sekolah agama, atau perang-perangan sehabis mengikuti pengajian di mesjid. Ya… Entah kapan mereka akan kembali ke kampung halaman..





0 Tanggapan ke “Sahabat-sahabat…”