20
Jun
09

Perjalanan Kehidupan: Padahal Bulan Ramadlan Masih Beberapa Bulan Ke Depan

Sebait syair- bahkan setengah bait- lagu Bimbo benar-benar menusuk ingatanku. ” Setiap Akhir Ramadhan, Hamba Rindu Ramadhan Lagi…” Ya, padahal Ramadhan baru beberapa bulan ke depan lagi, tapi entah kenapa kerinduanku kepada bulan suci ini melebihi rinduku kepada seorang bidadari sekalipun. Aku bisa jadi malah akan melengos begitu saja terhadap kecantikan seorang wanita jika hendak dibandingkannya dengan kerinduanku terhadap bulan Ramadhan ini.

Ya, aku harus jujur kepada kalian, kerinduanku sebenarnya kepada masa kecil di bulan Ramadhan. Orang kampung di awal Ramadhan biasa menyembelih ayam, membuat opor, bahkan ada beberapa tetanggaku yang membuat ketupat. Karena ikatan paguyuban masih kental dan teramat kuat, masing-masing orang saling memberi penganan buatan mereka kepada tetangga-tetangganya. Nenek, biasa membuat logana dari beras ketan. Perlu kalian ketahui, aku -sejak kecil- tinggal bersama kakek dan nenek. Penting kalian ketahui juga, entah berapa puluh atau ribu bahkan juta kasih sayang yang telah di berikan oleh mendiang kakek dan nenekku kepada manusia pecinta dongeng ini.

Sorenya, setelah aku dan teman-teman membunuh siang dengan main kucing-kucingan di depan mesjid besar dekat sekolah agama, aku dan teman-teman bergegas memburu ke arah Timur. Di sebelah Timur kampungku ada sebuah selokan cukup besar dengan air jernih, ada banyak udang dan ikan-ikan kecil di sana, julung beriring juga ada. Kalian sudah tentu mengenal remis, ya di sanalah gudangnya. Entah mengapa Tuhan menganugrahkan segenggam mutiara dari surga ini ke kampung tercintaku. Tanpa malu, kami membuka baju, telanjang bulat. Sayang sekali, kamera digital ataupun hape belum ada waktu itu. Orang yang memiliki tustel seperti kodak saja bisa dikatakan orang paling kaya di kampungku.

Hampir tidak ditemukan kotoran manusia, atau limbah rumah tangga di sana. Tahun 80-an, orang-orang masih memuliakan alam, masih menghormati air, dan masih segan kepada tanah yang mereka injak. Kami mandi di sana dalam rangka KURAMAS ( Keramas), ya dalam tradisi Sunda sebelum memasuki Bulan Suci Ramadhan, orang biasanya mandi dulu sambil keramas dengan shampo.. wahhh… waktu shampo yang paling kami gemari adalah shampo merek ”SWAN” cap angsa. Bentuknya serbuk, harganya hanya 10 rupiah saja satu sachet.

Setelah mandi? biasanya aku langsung pulang dan sudah pasti akan diberondong oleh pertanyaan dari mendiang kakek. Sudah sholat ashar? Sudah makan? Kenapa bajumu basah? Mandi di selokan lagi ya? Jangan ikut-ikutan main dengan anak nakal seperti si Atok atau si Atip! Dan bla..bla..bla… Jika aku amati sekarang, jarang sekali orang tua yang bertanya kepada anaknya; Sudah Sholat Belum??? Padahal dulu sekali orangtua meskipun bisa kalian sebut kampungan, tapi pola pikirnya mendalam dan perhatiannya kepada dalam jiwa seorang anak. Beda sekali dengan orang sekarang, orangtua akan malu jika anaknya belum memiliki sebuah ponsel teranyar dengan alasan kasihan sama anak.. ya, memang tuntutan zaman permasalahannya.

Malamnya, di malam pertama Ramadhan, aku diajak kakek ke mesjid untuk mengikuti sholat tarawih. Biasa, mesjid penuh sampai emper, teman-teman sepermainan telah menunggu di sana; Jajat, Andri, Wawan, Iwan, Fikri, Elan, Sofyan, Agus, Wahyu, Peot, dan Dirja. Lain kali akan aku ceritakan tentang mereka kepada kalian.

Rupanya perjalanan kehidupan harus aku akhiri sampai di sini saja..


0 Tanggapan ke “Perjalanan Kehidupan: Padahal Bulan Ramadlan Masih Beberapa Bulan Ke Depan”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan




Hubungi Saya

0853-10-116936

0266- 9-116936

Foto Kuring

Image004

Foto000

Ngalamun

More Photos

RSS LPM Sudajayahilir

  • PNPM Kok Memble
    By: Warsa Idealisme yang saya anut hampir, bahkan memang sejalan dengan konsep awal PNPM. Bisa dikatakan dengan bahasa lain, idealism utopis, usang, dan memang melangit. Bahwa cita-cita tertinggi dari konsep utopis ini adalah ingin mengembalikan kembali nilai-nilai luhur bangsa berupa kejujuran, etos kerja, semangat untuk membantu orang lain, dan sifat altru […]

Komentar Singkat Kang Away

Ingin tertawa semua orang, ketika melihat beberapa orang menyalonkan diri sebagai Calon Legislatif, permasalahannya bukan dari segi kemampuan, namun ketidakmampuan mereka itulah yang menjadi bahan tertawaan. Mau dikemanakan negeri ini jiga anggota legislatifnya tidak bisa membuat barang satu bait kalimat pun!

Statistik

  • 65,923 hits

 

Juni 2009
M S S R K J S
« Mei   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

SAVE OUR EARTH

Funny Myspace Comments
MyNiceSpace.com SELAMATKAN BUMI KITA
MASA DEPAN ANAK CUCU KITA
ADA DI TANGAN KITA

PUISI

Sepertinya Baru Kemarin

Ya, sepertinya baru kemarin
Kita memanjat didinng belakang sekolah
Karena melihat jam di tangan telah menunjukkan pukul tujuh lebih
Sambil berkata...ayo cepat..
Kita jangan kelihatan Pak Said..

Ya..rasanya baru kemarin

Ki Sunda

" Ari ceuk bẻja mah mah SUNDA tẻh boga harti anu nyusun dina dada. Hartina meureun, urang sunda kudu ngaheulakeun ati sanubari dina mẻmẻrẻs sagala perkara, pacẻkcokan, pacẻngkadan, atawa lamun ceuk basa buda kiwari mah konflik tẻa ngaranna.

Urang Sunda mah palias lamun kudu mẻrẻskeun hiji hal kalawan ngagunakeun leungeun beusi atawa ngagunakeun otot bari hahaok tur popolotot, lain sifat urang Sunda anu kitu mah. Tah, ceuk pamunut ti baraya, masih kẻnẻh aya teu urang sunda tẻh sakumaha anu boga pasifatan disebutkeun di luhur tadi?

Berita Singkat

Pendistribusian dana BLT bagi rumahtangga sasaran dilakukan di Kelurahan Sudajayahilir pada hari Jum-at, 27 Juni 2008. Rumahtangga sasaran mencairkan dana BLT itu di kantor Kecamatan Baros. Tidak ada kerusuhan dalam acara pendistribusian BLT ini seperti halnya yang sering kita saksikan pendistribusian BLT di beberapa daerah Indonesia lainnya.

Face Book Ku.. Hahay