Sudut-sudut kampung ketika senjakala terasa lebih akrab denganku. Tepatnya kehadiranku disambut oleh udara hangat, semilir angin senja, dan obrolan serta celoteh emprit di sawah. Penat terasa hidup ini setelah seharian dijejali dengan aneka persoalan hidup. Dan yang paling berat- ya, bisa saya jelaskan kepada Kamu- adalah ketika di meja kerjaku tergeletak sebuah undangan pernikahan. Kamu sudah tentu tahu, manusia bukan sendal jepit, diinjak dan dijepit pun diam tanpa perlawanan, ya.. karena memang dia telah tahu tugas dan kewajibannya.
Lalu,ketika yang tergeletak di meja kerjaku itu adalah sebuah undangan pernikahan seorang wanita yang pernah memenuhi hatiku, akan seperti apa sikap kamu dalam memandang diriku ketika sebuah gelas kupecahkan ke lantai? Dan kulemparkan tubuku ke atas kasur dengan keras? Kamu tentu akan mengecap duriku sebagai seorang lelaki cengeng yang tidak bisa menghadapi persoalan kecil dalam hidup ini. Tapi dengarlah rintihanku kawan, ini bukan masalah sebuah gelas yang pecah tapi ini adalah sebuah cinta yang kandas… Hati yang telah terbelahkan dengan sebuahharapan yang terkesan dibuat-buat. Kamu telah kuberi tahu sebelumnya, dia telah memberi kabar kepadaku jika dia memang belum pernah terjamah hatinya oleh seorang lelaki pun. Kamu juga telah tahu, empat bulan ke belakang kutemui dia meskipun dengan tubuh basah kuyup karena terjangan hujan hanya untuk menemui dirinya.
Maka, sebuah undangan yang tergeletak di meja kerjaku yang telah kusikapi dengan gelas pecah adalah sebuah isyarat…jika kepalsuan, kebohongan memang bisa diciptakan oleh siapa pun tidak terkecuali seorang bidadari sekalipun. Ya.. biadadari pun ternyata bisa berdusta, bahkan menyakiti seorang lelaki…
Kini, kamu bisa melihat… Setiap senjakala, di pojok kampung ” B “, di bawah rindangnya pohon akasia pinggir sawah, seorang lelaki asyik menatap hamparan pesawahan sambil menyimak mentari senja dengan linang air mata yang menganak sungai di pipinya. Kamu tentu tahu….ya..sudah pasti kamu tahu. Lelaki ini telah kering…entah untuk sampai kapan?





saha eta kang yg mo nikah?luka mo nikah ma saha?
luka mau nikah sama rasus