12
Jun
09

Cerpen : Lelaki Ini…

Sudut-sudut kampung ketika senjakala terasa lebih akrab denganku. Tepatnya kehadiranku disambut oleh udara hangat, semilir angin senja, dan obrolan serta celoteh emprit di sawah. Penat terasa hidup ini setelah seharian dijejali dengan aneka persoalan hidup. Dan yang paling berat- ya, bisa saya jelaskan kepada Kamu- adalah ketika di meja kerjaku tergeletak sebuah undangan pernikahan. Kamu sudah tentu tahu, manusia bukan sendal jepit, diinjak dan dijepit pun diam tanpa perlawanan, ya.. karena memang dia telah tahu tugas dan kewajibannya.

Lalu,ketika yang tergeletak di meja kerjaku itu adalah sebuah undangan pernikahan seorang wanita yang pernah memenuhi hatiku, akan seperti apa sikap kamu dalam memandang diriku ketika sebuah gelas kupecahkan ke lantai? Dan kulemparkan tubuku ke atas kasur dengan keras? Kamu tentu akan mengecap duriku sebagai seorang lelaki cengeng yang tidak bisa menghadapi persoalan kecil dalam hidup ini. Tapi dengarlah rintihanku kawan, ini bukan masalah sebuah gelas yang pecah tapi ini adalah sebuah cinta yang kandas… Hati yang telah terbelahkan dengan sebuahharapan yang terkesan dibuat-buat. Kamu telah kuberi tahu sebelumnya, dia telah memberi kabar kepadaku jika dia memang belum pernah terjamah hatinya oleh seorang lelaki pun. Kamu juga telah tahu, empat bulan ke belakang kutemui dia meskipun dengan tubuh basah kuyup karena terjangan hujan hanya untuk menemui dirinya.

Maka, sebuah undangan yang tergeletak di meja kerjaku yang telah kusikapi dengan gelas pecah adalah sebuah isyarat…jika kepalsuan, kebohongan memang bisa diciptakan oleh siapa pun tidak terkecuali seorang bidadari sekalipun. Ya.. biadadari pun ternyata bisa berdusta, bahkan menyakiti seorang lelaki…

Kini, kamu bisa melihat… Setiap senjakala, di pojok kampung ” B “, di bawah rindangnya pohon akasia pinggir sawah, seorang lelaki asyik menatap hamparan pesawahan sambil menyimak mentari senja dengan linang air mata yang menganak sungai di pipinya. Kamu tentu tahu….ya..sudah pasti kamu tahu. Lelaki ini telah kering…entah untuk sampai kapan?


2 Tanggapan ke “Cerpen : Lelaki Ini…”


  1. 13/06/2009 pukul 13:17

    saha eta kang yg mo nikah?luka mo nikah ma saha?

  2. 17/06/2009 pukul 10:48

    luka mau nikah sama rasus


Tinggalkan Balasan




Hubungi Saya

0853-10-116936

0266- 9-116936

Foto Kuring

Image004

Foto000

Ngalamun

More Photos

RSS LPM Sudajayahilir

  • PNPM Kok Memble
    By: Warsa Idealisme yang saya anut hampir, bahkan memang sejalan dengan konsep awal PNPM. Bisa dikatakan dengan bahasa lain, idealism utopis, usang, dan memang melangit. Bahwa cita-cita tertinggi dari konsep utopis ini adalah ingin mengembalikan kembali nilai-nilai luhur bangsa berupa kejujuran, etos kerja, semangat untuk membantu orang lain, dan sifat altru […]

Komentar Singkat Kang Away

Ingin tertawa semua orang, ketika melihat beberapa orang menyalonkan diri sebagai Calon Legislatif, permasalahannya bukan dari segi kemampuan, namun ketidakmampuan mereka itulah yang menjadi bahan tertawaan. Mau dikemanakan negeri ini jiga anggota legislatifnya tidak bisa membuat barang satu bait kalimat pun!

Statistik

  • 65,923 hits

 

Juni 2009
M S S R K J S
« Mei   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

SAVE OUR EARTH

Funny Myspace Comments
MyNiceSpace.com SELAMATKAN BUMI KITA
MASA DEPAN ANAK CUCU KITA
ADA DI TANGAN KITA

PUISI

Sepertinya Baru Kemarin

Ya, sepertinya baru kemarin
Kita memanjat didinng belakang sekolah
Karena melihat jam di tangan telah menunjukkan pukul tujuh lebih
Sambil berkata...ayo cepat..
Kita jangan kelihatan Pak Said..

Ya..rasanya baru kemarin

Ki Sunda

" Ari ceuk bẻja mah mah SUNDA tẻh boga harti anu nyusun dina dada. Hartina meureun, urang sunda kudu ngaheulakeun ati sanubari dina mẻmẻrẻs sagala perkara, pacẻkcokan, pacẻngkadan, atawa lamun ceuk basa buda kiwari mah konflik tẻa ngaranna.

Urang Sunda mah palias lamun kudu mẻrẻskeun hiji hal kalawan ngagunakeun leungeun beusi atawa ngagunakeun otot bari hahaok tur popolotot, lain sifat urang Sunda anu kitu mah. Tah, ceuk pamunut ti baraya, masih kẻnẻh aya teu urang sunda tẻh sakumaha anu boga pasifatan disebutkeun di luhur tadi?

Berita Singkat

Pendistribusian dana BLT bagi rumahtangga sasaran dilakukan di Kelurahan Sudajayahilir pada hari Jum-at, 27 Juni 2008. Rumahtangga sasaran mencairkan dana BLT itu di kantor Kecamatan Baros. Tidak ada kerusuhan dalam acara pendistribusian BLT ini seperti halnya yang sering kita saksikan pendistribusian BLT di beberapa daerah Indonesia lainnya.

Face Book Ku.. Hahay