Mata semua orang terbelalak, demi melihat pohon beringin besar yang tumbuh di utara kampung kami itu kini tumbang. Pohonnya menyilang di jalan, sudah tentu menjadi penghalang lalu-lalang kendaraan. Pohon beringin tumbang itu dibiarkan begitu saja , tidak ada seorang pun berani mengusik-usiknya. Konon, kata cerita ketika masih tumbuh pohon beringin besar ini dihuni oleh sebangsa dedemit atau jin. Orang sering melihat di atas pohon ini ada sosok bergelantungan kadang kaki di atas dan kepala ke bawah, jika malam telah larut.
Basuki , seseorang yang dianggap paling tahu terhadap masalah pepohonan pun tidak berani mengusik-usiknya. Dia hanya berdiri melongo melihat pemandangan mengerikan itu di pinggir jalan dekat kedai Romlah di mana beberapa pengunjung telah meramaikan kedai sambil berbisik-bisik membicarakan tentang runtuhnya ppohon beringin besar. Sebelumnya orang mengira, pohon besar ini tak mungkinlah tumbang, karena dia telah tumbuh sejak negara ini digonjang-ganjing oleh perpecahan antara kelompok, ketika gerombolan menggasab apa-apa yang ada di dalam rumah penduduk. Basuki pun, seorang ahli pepohonan mengira demikian, dugaannya, pohon besar ini akan tumbuh sekitar tiga puluh tahunlagi jika tidak ada orang yang menebangnya.
Lanjutkan membaca ‘Cerpen: Pohon’
Anda-sebagai pembaca- sudah pasti kurang mengenal Kardun. Di Kota “S” Orang malah memuja-muja dia. Tangan kekar, dada bidang, perwakan tinggi kekar, sudah itu tampan lagi. Ya.. Kardun sosok yang sangat menawan. Setiap wanita bisa jadi memimpikan kencan dengannya…




Komentar