Mengenai asal-usul, mengapa daerah di sebelah utara kampungku itu dinamakan Lembah Cemara hanya segelintir orang saja yang tahu. Jika Anda singgah di kampungku, kusarankan sekali saja tengok Lembah Cemara itu. Jalannya berbatu, berkelok-kelok, maklum banyak bebukitan. Belukar dan tanaman tak terurus meramaikan pinggir jalan. Pohon-pohon besar tumbuh entah sengaja ditanam atau tumbuh dengan sendirinya, pokoknya seperti tidak terawat.
Jalan berbatu dan berkelok menuju lembah cemara , meskipun orang harus susah payah melintasinya, apalagi di musim hujan seperti saat ini, anehnya banyak dikunjungi orang-orang. Senin sampai sabtu memang hari kerja, minggu hari libur, tapi tidak perlu ditanya kok pada jam-jam kerja pun orang-orang ramai menuju ke Lembah Cemara.
Lanjutkan membaca ‘Cerpen: Lembah Cemara’





Komentar