Arsip untuk Oktober, 2008

27
Okt
08

Perjalanan Kehidupan: A Road to Pajajaran

Sore hari, langit nyaris tertutup awan seluruhnya. Pemandangan kasat mata seperti ini bukan hal aneh di bulan Oktober, bulan ketika matahari dan awan sudah seperti teman akrab lagi, bulan ketika rerumputan di halaman rumah tumbuh seperti jamur dan cendawan, bulan ketika para pengusaha kerupuk bersumpah serapah karena lamanya proses penjemuran krupuk mentah. Anak-anak kecil masih bermain-main saja, seolah tidak menghiraukan suasana, padahal rintik hujan mulai turun membasahi pelataran tanah Tuhan. Dan, layang-layang pun mulai diturunkan, ada juga sebagian mereka yang acuh seolah hujan bukan menjadi satu alasan kalau mereka harus menurunkan layangannya.

Aku dan Yadi bergegas, menaiki angkutan perkotaan, gerak dalam angkot cukup leluasa, memang, akhir-akhir ini para sopir di kampung halamanku sering mengaduh, dari hari ke hari penumpang semakin berkurang, dulu setor kepada pemilik mobil bisa sampai 75 ribu perhari, sekarang bisa setor 40 ribu pun bisa dianggap sebuah kesuksesan seorang sopir. Bukan hanya segi persaingan , sebab akhir-akhir ini sepanjang jalan, para tukang ojeg hampir memadati setiap gang, juga disebabakan oleh naiknya harga bensin. Aku dan Yadi hanya tersenyum kecil ketika sopir yang sudah kami kenal itu mengaduh ini itu tentang hasil tangkapannya hari ini. Apalagi jika hujan turun seperti ini, katanya mana ada penumpang di sore seperti ini!! Walah, waduh, dan wa wa yang lainnya… Aku dan Yadi mungkin dipandang sebagai dedemit apa??

Lanjutkan membaca ‘Perjalanan Kehidupan: A Road to Pajajaran’

17
Okt
08

Cerpen: Manusia Dalam Kotak

Saya Persembahkan Untuk Shelmi Safitri

Di dekat titian menuju arah selatan kampung B, pada Suatu malam terdengar dua orang tukang pancing sedang asyik mengobrol. Yang satu bernama Basoru, tukang pancing bertubuh gempal namun suaranya parau dan kaku. Satu lagi Gonturu, lelaki berperawakan sedang, kumis tumbuh lebat menyatu dengan janggut tebalnya. Padahal udara menusuk, tapi mereka tetap bergeming.

Rokok sudah hampir satu bungkus mereka habiskan. Tubuh gempal Basoru tertangkap cahaya rembulan, sedangkan temannya terhalangi oleh bayangan pohon trembesi yang sudah tumbuh sekitar sepuluh tahun. Mereka menatap air sungai yang berwarna keperakan.

” Hasilnya mugkin tidak akan berbeda dengan kemarin…” Kata si gempal sambil mengisap asap rokok dalam-dalam, biasanya setelah itu akan terdengar suara batuk yang ditahan.

Lanjutkan membaca ‘Cerpen: Manusia Dalam Kotak’

15
Okt
08

Cerpen: Cerita Nayla

Cerpen ini saya tulis untuk Seorang Pegawai Pemerintah Daerah di Kota Padang

Nayla tidak pernah bercerita kepada siapa pun, semua orang tahu itu. Tapi orang-orang pun tahu hidup nayla diliputi kegelisahan. Gelisah bahwa besok matahari memang tidak akan pernah muncul lagi di sebelah timur. Orang-orang memandang Nayla sosok dingin, es krim pun tidak akan mengalahkan dinginnya sosok Nayla. Orang-orang tahu betul, Nayla memang tidak suka mengobral masalah kepada siapa saja. pun kepada orang-orang terdekat, ayah, ibu, tetangga sekalipun.

Harap maklum. orang-orang kampung sering menyelidiki segala sesuatu dengan tatapan mata yang dipenuhi rasa penasaran. Kok gini, Kok gitu, dan ini akan terus berlanjut sampai jawaban tentang sesuatu itu muncul. Dan orang-orang kampung selalu ingin tahu masalah yang dihadapi oleh setia orang, karena bagi mereka, masalah siapapun adalah masalah mereka, sampai ke detil-detilnya harus tahu, harus dipecahlan rame-rame. Hanya satu mungkin, orang-orang kampung menganggap, saling tolong dengan sesama adalah satu sikap dan adat yang terlalu gegabah jika mereka mebiarkannya. Maka, Nayla yang belum pernah bercerita kepada siapa pun dipaksa secara diam-diam oleh beberapa orang kampung agar mau berterus terang dan bercerita.
Lanjutkan membaca ‘Cerpen: Cerita Nayla’




Hubungi Saya

0853-10-116936

0266- 9-116936

Foto Kuring

Image004

Foto000

Ngalamun

More Photos

RSS LPM Sudajayahilir

  • PNPM Kok Memble
    By: Warsa Idealisme yang saya anut hampir, bahkan memang sejalan dengan konsep awal PNPM. Bisa dikatakan dengan bahasa lain, idealism utopis, usang, dan memang melangit. Bahwa cita-cita tertinggi dari konsep utopis ini adalah ingin mengembalikan kembali nilai-nilai luhur bangsa berupa kejujuran, etos kerja, semangat untuk membantu orang lain, dan sifat altru […]

Komentar Singkat Kang Away

Ingin tertawa semua orang, ketika melihat beberapa orang menyalonkan diri sebagai Calon Legislatif, permasalahannya bukan dari segi kemampuan, namun ketidakmampuan mereka itulah yang menjadi bahan tertawaan. Mau dikemanakan negeri ini jiga anggota legislatifnya tidak bisa membuat barang satu bait kalimat pun!

Statistik

  • 68,369 hits

 

Oktober 2008
M S S R K J S
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

SAVE OUR EARTH

Funny Myspace Comments
MyNiceSpace.com SELAMATKAN BUMI KITA
MASA DEPAN ANAK CUCU KITA
ADA DI TANGAN KITA

PUISI

Sepertinya Baru Kemarin

Ya, sepertinya baru kemarin
Kita memanjat didinng belakang sekolah
Karena melihat jam di tangan telah menunjukkan pukul tujuh lebih
Sambil berkata...ayo cepat..
Kita jangan kelihatan Pak Said..

Ya..rasanya baru kemarin

Ki Sunda

" Ari ceuk bẻja mah mah SUNDA tẻh boga harti anu nyusun dina dada. Hartina meureun, urang sunda kudu ngaheulakeun ati sanubari dina mẻmẻrẻs sagala perkara, pacẻkcokan, pacẻngkadan, atawa lamun ceuk basa buda kiwari mah konflik tẻa ngaranna.

Urang Sunda mah palias lamun kudu mẻrẻskeun hiji hal kalawan ngagunakeun leungeun beusi atawa ngagunakeun otot bari hahaok tur popolotot, lain sifat urang Sunda anu kitu mah. Tah, ceuk pamunut ti baraya, masih kẻnẻh aya teu urang sunda tẻh sakumaha anu boga pasifatan disebutkeun di luhur tadi?

Berita Singkat

Pendistribusian dana BLT bagi rumahtangga sasaran dilakukan di Kelurahan Sudajayahilir pada hari Jum-at, 27 Juni 2008. Rumahtangga sasaran mencairkan dana BLT itu di kantor Kecamatan Baros. Tidak ada kerusuhan dalam acara pendistribusian BLT ini seperti halnya yang sering kita saksikan pendistribusian BLT di beberapa daerah Indonesia lainnya.

Face Book Ku.. Hahay