-Cerpen ini kutulis untuk : Neng…Bibinya Shelmi Safitri ,si Manusia dalam Kotak-
Memang, lebaran tahun ini sungguh berbeda dengan tahun sebelumnya. Setelah melaksanakan sholat ied di lapangan bersama sanak family dan sepanjang jalan terus bersalaman sehangat mungkin dengan orang-orang terdekat, aku dan Ulfah, anakku langsung memburu rumah. Tidak seperti tahun kemarin, lebaran kali ini disajikan secara sederhana oleh mamak mertuaku. Di atas meja makan yang biasanya padat dengan aneka penganan seperti ketupat dengan opor ayam, gulai kerbau, kue-kue tradisional, dan makanan-makanan ringan lainnya. Namun untuk lebaran tahun ini yang tersedia adalah ketupat sayur dengan opor ayam saja.
Perbedaan ini pun bukan hanya dirasakan olehku saja, juga oleh anakku Ulfah, padahal usianya baru tiga tahun. Mamak mertua sering memanggilnnya Uul, anakku bukan main cantiknya, mewarisi gurat-gurat ayu dari ibunya, mengenai wataknya benar-benar mewarisi watak ayahnya, acuh. cuek, dan tentu saja melankolis. terus terang, lebaran kami ini di rumah mamak mertua ada sesuatu yang hilang.. mendiang istriku.
Lanjutkan membaca ‘Cerpen: Lebaran’








Komentar