Pembangunan yang berbasis pada pendekatan partisipatoris saat ini masih kurang mendapat respon dari masyarakat sendiri. Ini disebabkan karena lingkungan diama kita berada saat ini sedang dikuasai oleh cara-cara dan pola-pola iklim pragmatis yang begitu kental. Sekedar untuk memperbaiki gang kecil dan sumpek saja masyarakat masih tetap mengharapkan turunnya bantuan dari pemerintah. Embel-embelnya jelas, segala sesuatu harus menjadi uang, pekerjaan Lanjutkan membaca ‘Selayang Pandang Tentang Pembangunan Sekretariat RW 05′
Arsip untuk Agustus, 2008
Fragmen: Sekolah Hari ini
Anda mau menyekolahkan anak ke mana? Sekolah hari ini seperti raksasa yang memupuri dirinya dengan make-up pelacuran. Orang memang harus cerdas, masa depan negeri ini ditentukan oleh generasi-generasi cerdas. Anak-anak kita harus dididik, jangan ditelantarkan, toh meskipun sudah dimasukkan sekolah masih banyak anak-anak kita yang bersikap laiknya para koboy.
Sekolah hari ini, mahalnya bukan alang kepalang. Orang kampung berdecak-decak saja demi mendengar masuk sekolah harus banyar ini itu. Tapi..apa lacur sekolah harus dimasuki, anak harus cerdas. Temanku menjadi pelopor gerakan ini. Sepeda motornya melayang demi untuk memasukkan adiknya ke sekolah unggulan di Kota S ini. Pak kepala dinas bisa saja mengelak, tidak ada itu yang namanya sekolah unggulan, semua sekolahan sama, kita hidup di zaman keterbukaan, semua orang bisa masuk ke Sekolah mana saja.. tentu tanpa dibubuhi : ASAL PUNYA DUIT… Lanjutkan membaca ‘Fragmen: Sekolah Hari ini’





Komentar