Program Pengentasan Kemiskinan di Perkotaan merupakan program pemerintah yang berbasis dan bertujuan untuk menghidupkan kembali kemandirian masyarakat di perkotaan. Aspek yang dikelola, meskipun untuk tahap awal ini masih berkisar sekitar 70% pada pengelolaan fisik, namun tidak menyepelekan dua aspek sentral kemasyarakatan yaitu; sosial dan ekonomi. Kegiatan P2KP dalam bidang sosial telah direalisasikan oleh UPS, Unit Pengelola Sosial BKM Sudajayahilir yang bekerja sama dengan ibu-ibu kader Posyandu, berupa kegiatan Pemberian Makanan Tambahan untuk balita kurang mampu.
Lanjutkan membaca ‘Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Untuk Balita Kurang Mampu’
Arsip untuk April, 2008

MyNiceSpace.comOrang-orang saling bersijingkat ketika telapak kaki mereka menginjak tanah. Debu menjadi satu alasan bahwa kemarau telah sekian bulan menerjang wilayah ini. Rerumputan menguning. Matahari memukul keras, panas, keringat mengucur seperti air hujan lagi menempel pada daun-daun. Aroma yang tercium adalah bau bawang busuk, ketiak yang tidak tersentuh deodoran, baju-baju yang tidak pernah tersentuh parfum, atau semacam pewangi ketika dicuci. Desakkan orang-orang menjadi pemandangan tersendiri, pantas untuk dijepret dengan tustel sederhana.
Di atas panggung ada pementasan, hukuman penggal kepala untuk Juman, seorang maling ayam sial karena tertangkap semalam oleh para petugas keamanan di Kerajaan Welgedewel. Wajah tertunduk, bengap, merah campur hijau. Raja duduk ongkang kaki sambil mengelus-elus dagunya, jenggot rupanya mulai tumbuh lagi, padahal tiga hari lalu Raja telah dibikin kelimis oleh petugas pencukur kerajaan. Algojo dengan wajah lebar , sangat bersebrangan dengan penampilan sang Raja, berewok, kumis melingkar hampir menyatu dengan cambang dan jenggootnya, dari kejauhan orang bisa menerka, dirinyalah yang menempel pada berewoknya itu. LAgi pula, ada sangkaan, algojo diciptakan oleh Tuhan hanya untuk memegang pisau pemenggal kepala, lainnya tidak. Memang, kalau disuruh untuk membongkar hatinya, bisa jadi hatinya lebih putih dari salju di musim dingin, tapi siapa yang bisa membukanya?
Lanjutkan membaca ‘Cerpen : Maling dan Seorang Hakim’
Adalah hal lumrah, setiap pembahasan dan wacana yang menyertai kehidupan kita akhir-akhir ini selalu bermuara pada harusnya ada solusi dan jalan yang tepat untuk keluar dari setiap permasalahan. Permasalahan ; baik sosial, ekonomi atau pun kultural membutuhkan suatu penyelesaiaan. Penyelesaian bukan terletak pada ucapan yang manis, normatif dan idealis. Ini merupakan sebuah proses dari ketidak berdayaan menjadi berdaya. Di era pasca-kapitalisme ini, sosok pahlawan secara pribadi merupakan sesuatu yang kurang mungkin muncul, maka di sana perlu adanya kes
eriusan kerjasama antar berbagai lapisan.
Lanjutkan membaca ‘Aflikasi P2KP Di Kelurahan Sudajayahilir: Munculnya Kembali Semangat Swadaya’
Cerpen : Jatuh
Semua orang memang telah mafhum dan tahu betul, aku adalah seorang pegawai rendah. Bukan pejabat yang selalu dielu-elukan dalam beberapa media ; cetak maupun elektronik. Gajiku tidak sepadan dengan beratnya pekerjaan sehari-hari, bahkan sampai harus lembur hingga larut malam atau sampai pagi lagi pun jadi lah. Namaku..namaku saudara hanya penghias papan data di kelurahan, tempat aku mengabdikan diri demi bangsa dan negeri ini, tidak seharum nama kamu yang kerap sebagai penghias layar kaca! Terus terang, namaku tidak pernah tertancap utuh di koran, majalah, atau papa pun itu. Namaku sekecil penghasilan bulanan yang aku terima. Terang sekali, sebulan sekali aku harus berdesak-desakan dengan para pegawai rendah lainnya di bank, untuk mengambil gaji. Bisa kamu bayangkan, gajiku hanya kuat untuk membeli sepuluh deka-liter beras dan tiga ppuluh liter minyak tanah.
Lanjutkan membaca ‘Cerpen : Jatuh’





Komentar