Arsip untuk Januari, 2008

19
Jan
08

Cerpen: Mak Ijah

poto.jpgMau jadi Walikota? Sebaiknya dengar dulu cerita ini.

Di dekat pemakaman umum, rumah sederhana itu menghadap arah Timur. Susunan bilik bambu, daun jendela hampir lepas- Aku membayangkan, daun jendela itu terbang ke angkasa sekalipun tertiup angin sederhana. Persis di bagian depannya, sepasang kursi usang bersandar pada dinding, lengkap dengan mejanya. Setiap pagi, ketika para petani mulai menggarap sawah dan ladang mereka, Mak Ijah sudah mengelap kursi meja itu. Kandang ayam tepat berdiri di samping rumahnya. Memang demikianlah orang-orang kampung membuat kandang baik itu kambing , ayam, atau pun apalah.

Mak Ijah, nama aslinya Khodijah. Tapi, karena orang kampung, biasanya selalu disebut macam-macam, Omod, Karnud, Udin atau apa pun, masalah nama, bagi orang kampung rupanya tidak memiliki arti. Dan memang demikianlah, sikap orang kampung, diapanggil apa saja mau, asal tidak menyinggung orang lain katanya. mak Ijah punya tiga anak lali-laki semua, tapi ketiganya hidup berjauhan. Ada yang di Jakarta, bandung, dan Kalimantan. Biasa ngumpul setahun sekali, itu pun terlalu cukup, di hari lebaran lah mereka ngumpul sambil ziarah ke makam almarhum Ahmad, suami Mak Ijah.

Orang bisa menerka, usia kam Ijah sekitar 60 tahunan. Hanya saja, tangannya masih terlalu lincah bagi ukuran orangtua seumur dia. pagi sampai sore, hingga larut malam tangannya masih terampil mengayam bambu menjadi kipas bambu. Konon, menurut penuturan orang yang tinggal dekat dengannya, sejak meninggal suaminya, Mak Ijah tidak pernah tidur. Malamnya, ketika kipas bambu selesai, ia masuk ke tempat ibadah, di atas hamparan sajadah dia bisa menangis sejadinya. Petugas ronda memang sering mendengar isak tangisnya.

Jangan membicarakan soal pengabdian kepada negara. Orang seperti dia, sejak suaminya meninggal, seminggu tiga kali berangkat ke hutan dekat kampung, sambil membawa biji-biji palawija. jagung pun ditanam olehnya di lahan-lahan gundul bekas para penebang liar menggasab pepohonan. Nah, jika panen palawija tiba, anak- anak diajak ke hutan oleh Mak Ijah untuk mengambil hasil panen. jagung pun dibakar di kampung itu, semua kebagian jatah, tak ada rebutan.

Tiga puluh tahun lalu, suami mak Ijah difitnah, dituduh aktiv dan menjadi anggota partai terlarang. Ahmad diusir dari kampungnya. Mak Ijah bersama ketiga anaknya yang masih kecil-kecil itu mengungsi dan kembali ke kampung halaman orangtuanya. Yang masih teringat oleh Mak Ijah sampai sekarang adalah, teriakan orang-orang yang lantang melontarkan kata-kata caci dan hujatan kepada Dia dan suaminya.

” Pengkhianat Negara harus di bunuh!!!”

Orang-orang berkerumun mengelilingi rumah Mak Ijah, pintu digedor-gedor beberapa kali. Obor mencipta lukisan bayangan orang-orang, bergerak-gerak seperti tarian sang penari latar. Anak-anak tersudutkan, menggigil, takut campur tidak mengerti, itu sudah pasti. Mak Ijah menangis, suaminya mengernyitkan kening.

Pintu terbuka secara paksa, beberapa orang berseragam masuk, tanpa sepatah kata, menggusur Ahmad. Mak Ijah meronta-ronta. Suaminya, dibuka bajunya, diseret keluar, sementara orang-orang asyik berbusa-busa dengan nada nyinyir, mencibir Ahmad.

” Dasar..pengkhianat Negara!!!” Teriak orang-orang.

Malam memang menjadi gila sekaligus menyedihkan. Ahmad di ikatkan pada sebuah pohon, deru cambuk pun susul menyusul. Dan mak Ijah menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri. Anak-anak pun demikian adanya. Haji Sodik, diam membisu, orang-orang ramai antara setuju dan tidak. Dan pada akhirnya, ahmad meninggal dengan cara terikat di pohon.

Aku mendengar mak Ijah bercerita tentang peristiwa itu. Kuperhatikan mimik wajahnya yang ikhlas, tanpa rekayasa. Lalu kubandingkan cerita mak Ijah dengan ucapan para calon walikota yang mengungkapkan tentang pendidikan gratis, kesejahtraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa!

Lalu ada berita dari Kota, pak Harto sudah krisis. Kayaknya memang sulit untuk ditolong lagi. Mak Ijah mengurut dada demi mendengar berita dari kota itu, entah apa maksudnya.

Nah, masihkah kamu mau jadi walikota sambil mengobral janji perbaikan? Sementara, di sekelilingmu masih bergelimpangan orang-orang kurang beruntung?

Untuk Para Calon Walikota dan Wakil Walikota SUKABUMI….

15
Jan
08

Mimikri

kampanye.jpg
kampanye-2.jpg
Sukabumi 2008, Menjelang PILKADA
13
Jan
08

Mimpi

presiden.jpg

13
Jan
08

Petani Teladan

ptn.jpg

13
Jan
08

Calon Walikota

calon.jpg

09
Jan
08

Karikatur: LAUK…

ikan2.jpg




Hubungi Saya

0853-10-116936

0266- 9-116936

Foto Kuring

Image004

Foto000

Ngalamun

More Photos

RSS LPM Sudajayahilir

  • PNPM Kok Memble
    By: Warsa Idealisme yang saya anut hampir, bahkan memang sejalan dengan konsep awal PNPM. Bisa dikatakan dengan bahasa lain, idealism utopis, usang, dan memang melangit. Bahwa cita-cita tertinggi dari konsep utopis ini adalah ingin mengembalikan kembali nilai-nilai luhur bangsa berupa kejujuran, etos kerja, semangat untuk membantu orang lain, dan sifat altru […]

Komentar Singkat Kang Away

Ingin tertawa semua orang, ketika melihat beberapa orang menyalonkan diri sebagai Calon Legislatif, permasalahannya bukan dari segi kemampuan, namun ketidakmampuan mereka itulah yang menjadi bahan tertawaan. Mau dikemanakan negeri ini jiga anggota legislatifnya tidak bisa membuat barang satu bait kalimat pun!

Statistik

  • 68,674 hits

 

Januari 2008
M S S R K J S
« Des   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

SAVE OUR EARTH

Funny Myspace Comments
MyNiceSpace.com SELAMATKAN BUMI KITA
MASA DEPAN ANAK CUCU KITA
ADA DI TANGAN KITA

PUISI

Sepertinya Baru Kemarin

Ya, sepertinya baru kemarin
Kita memanjat didinng belakang sekolah
Karena melihat jam di tangan telah menunjukkan pukul tujuh lebih
Sambil berkata...ayo cepat..
Kita jangan kelihatan Pak Said..

Ya..rasanya baru kemarin

Ki Sunda

" Ari ceuk bẻja mah mah SUNDA tẻh boga harti anu nyusun dina dada. Hartina meureun, urang sunda kudu ngaheulakeun ati sanubari dina mẻmẻrẻs sagala perkara, pacẻkcokan, pacẻngkadan, atawa lamun ceuk basa buda kiwari mah konflik tẻa ngaranna.

Urang Sunda mah palias lamun kudu mẻrẻskeun hiji hal kalawan ngagunakeun leungeun beusi atawa ngagunakeun otot bari hahaok tur popolotot, lain sifat urang Sunda anu kitu mah. Tah, ceuk pamunut ti baraya, masih kẻnẻh aya teu urang sunda tẻh sakumaha anu boga pasifatan disebutkeun di luhur tadi?

Berita Singkat

Pendistribusian dana BLT bagi rumahtangga sasaran dilakukan di Kelurahan Sudajayahilir pada hari Jum-at, 27 Juni 2008. Rumahtangga sasaran mencairkan dana BLT itu di kantor Kecamatan Baros. Tidak ada kerusuhan dalam acara pendistribusian BLT ini seperti halnya yang sering kita saksikan pendistribusian BLT di beberapa daerah Indonesia lainnya.

Face Book Ku.. Hahay