Arsip untuk Oktober, 2007

31
Okt
07

Cerpen: Orang Yang Terpinggirkan

” Lalu… mereka tidur dengan cara bagaimana, Papa!?” Tanya sang anak, Susi namanya, baru duduk di kelas dua sekolah dasar. Sambil berbaring dia memeluk boneka kecil mirip beruang.

” Ya..kadang mereka tidur dengan cara telungkup di bawah siraman bintang, tanpa kasur bantal seperti layaknya kita…” Kata Papa sambil membenarkan cara duduknya. Kacamata berkilauan tertimpa cahaya  lampu neon. Surat kabar dan majalah mulai dirasakan sesuatu yang menjenuhkan malam ini. Televisi dan dvd player pun mulai dianggap sesuatu yang menertawai dirinya.

” Kasihan mereka, papa!”

###

Sasongko, seorang pegawai eselon, pejabat teras di Kota S. Wajah bersih, menandakan bahwa dirinya memang aristokrat. berangkat kerja memakai mobil dinas, sedan volvo diantara oleh sopir pribadinya, Bang Memed. Cara , ketika dia memandang sesuatu selalu sederhana, bahwa segala yang ada di dunia ini tercipta menga;lir begitu saja tanpa harus dibahasakan kembali dengan penafsiran yang berlebihan.

Istrinya, seorang dokter spesialis kulit. Cantik bukan kepalang. Untuk mendapatkan wanita secantik dia, Sasongko harus mengeruk dan mengetuk pintu orang tuanya. Pernikahan pun dihargai dengan nominal cukup tinggi, kata berita menghabiskan uang sebanyak seratus jutaan. Istrinya, kadang pulang larut Malam.

Anaknya, Susi. Cerewet, tidak sepadan dengan keyakinan Sasongko yang selalu menganggap segala sesuatu harus mengalir lurus. Pertanyaan kadang seputar pekerjaan papanya, atau orang-orang miskin yang Susi lihat semakin bergerombol saja di Kota S ini. Juga pernah menanyakan , mengapa gelandangan mencari makan di tempat sampah, bukankah lebih baik kita beri saja, supaya lebih enak?

Malam itu, Susi mengajak, mungkin sebuah permohonan kepada Sasongko untuk sekedar jalan-jalan ke pinggir Kota, melihat perkampungan kumuh. Jelas sekali, Sasongko terperangah dengan permintaan ganjil itu. Hanya, jika tidak disanggupi, kasihan anaknya.

” Baiklah Susi…kita jalan-jalan, tapi jangan terlalu lama..ini kan malam, sayang!”

” Asyikkk!!!” Susi bangkit dari kasurnya, berdiri lalu berlari keluar kamar.

Sepanjang jalan bersih dengan aneka sampah. Di pinggir kota S berderet para gelandangan tidur tanpa atap. Susi asyik sekali melihat-lihat mereka. Seorang kakek tua menatap Sasongko dengan kerling nyinyir. Mencemooh, lalu…crotttt! Ludah kental keluar dari mulutnya.

###

” Ini Baca!!!” Kata Istrinya.

Dalam surat kabar ada berita seorang pejabat Eselon tertangkap basah sedang jalan-jalan bersama anaknya di pinggiran Kota S.

” Mama pesan, jangan sampai berita ini memengaruhi diri Papa untuk membatalkan proyek megal mall yang akan didirikan di pinggir Kota S ini!”

Sasongko keluar dari kamar.

Sukabumi, 31 Oktober 2007

23
Okt
07

Fragmen : AKU MAU JADI PETANI….!!!!

Di kampungku ada seorang anak, kecil perawakannya tapi tidak sebanding dengan cita-cita besarnya: MENJADI PETANI. Anak sableng, masa hari gini mau-maunya jadi petani!!! Pikir kebanyakan orang memang seperti itu. Toh teman-temannya memiliki cita-cita yang lebih tinggi dari itu, jadi presiden pun ada!!!

Orangtua anak sableng itu padahal hanya memiliki sepetak sawah di pinggiran kampungku. Ayahnya memang petani juga, jadi aku pikir wajar jika dia bercita-cita menjadi petani. Khan..di kampung-kampung pekerjaan biasanya diwariskan secara turun-temurun. Anehnya..anak sableng itu tetap sekolah, ketika ayahnya sepagi mungkin telah menghentakkan cangkulnya di sawah. Lebih aneh lagi… sepulang sekolah anak sableng itu langsung lari ke sawah memburu sesuatu, kadang bisa berteriak keras: AKU MAU JADI PETANI….!!!

Anak sableng itu bisa bertahan di sawah sehari penuh, ba’da ashar dia baru pulang… Selama di sawah, yang dikerjakannya hanya melihat-lihat hamparan padi…o0o0o0o0 i9ndahnya… o0o0o0. padi yang permai hijau.. oooo alam yang subur!!!

Nah, cerita itu berkembang di kampungku tepat 20 tahun yang lalu.. Ketika aku baru duduk di sekolah SD, anak sableng itu temanku…teman sepermainan gibak sodor, sepermainan kelereng…

Sekarang, di pinggir desa kau akan menemui dirinya. Setiap hari dia menatap hamparan sawah yang telah kering , dikeringkan sebab sebentar lagi akan di bangun perumahan di sana. Sepetak sawah milik ayahnya dijual oleh saudaranya kepada pemborong dengan harga mahal, beli mobil, beli sepeda motor, beli rumah baru, jadi!

Dirinya…tak kebagian apa-apa selain helaan nafas, tersenggal semakin rapat.

Pernahkan dalam dirimu terbersit untuk menemui orang itu??? Sebaiknya urungkan saja, karena saat ini dia bukan seorang PETANI sesuai yang dicita-citakannya, sekarang dia telah menjadi pohon kering…yang mengisi hari-harinya dengan menunggui lahan kering dan gersang yang akan dijadikan perumahan itu. Kemarin..dia diangkat menjadi kepala pengawas pembangunan perumahan, gajinya besar….bisa beli hape dan televisi, juga memberi nafkah pada anak istrinya secara wajar dan layak!

23
Okt
07

Perjalanan Kehidupan: Membahasakan Cinta Sejati…

Adakah cinta sejati itu ? Seperti mencari jarum di dalam tumpukan pasir pantai, untuk menjawab pertanyaan ini. Namun, perlukah kita memikirkan ini?

Cinta Sejati…. Anda tentu pernah membaca kisah Romeo dan Juliet, atau Laila Majnun, atau Emeh dan Emed… di sanalah tempatnya cinta sejati, cinta yang dibahasakan dengan alur apaadanya, tanpa alasan untuk mencintai.

Pernah, dalam hidupku terbersit untuk mendapatkan cinta sejati itu laiknya yang tertulis dalam bahasa-bahasa roman, atau untuk saat ini mungkin untuk bahasa sinetron! Ta[i sejalan dengan pencarian itu, toh yang aku temukan hanya kekandasan-kekandasan dalam bercinta dan untuk menyintai. Kayaknya, memang…sulit sekali bagi orang-orang untuk membahasakan cinta sejati yang melangit dalam bahasa yang bisa dicerna oleh kita. Apalagi oleh lelaki gersang dan hampa ini….

O0o0..cinta sejati…

Ya, kesimpulan yang bisa aku ambil mungkin hanya sebatas pada pengertian…bahwa sampai kapan pun cinta sejati sulit ditemukan dalam kondisi diri yang masih hidup dalam kesendirian…..

O0000… Cinta Sejati…!

18
Okt
07

Cerpen : Seorang Petani di Pinggir Desa Yang Meminjamkan Anaknya Pada Seorang Saudagar

Dua kilometer dari keramaian kampung S, engkau akan melihat hamparan pesawahan dibawah kubah langit membiru. Sebuah gubuk berdiri agak sempoyongan.

Bersambung..

04
Okt
07

Orang Desa Mudik Ke Desa Lagihhh….

Orang Desa   : Sudah tahu belum, si Anu pulang kampung!?

Orang Desa 2    : Ya iyaaaa lah, Si A khan pake celana jeans, baju kaos ketat, rambut dicar merah, pake kacamata lagi…

Orang Desa 3    : Belum lagi bawa uang suangat banyak kaliii….. sepuluh juta katanya!

Orang Desa 4    : Weleh..weleh..jadi dong dia lebaran…sementara kita-kita?

Orang Desa 5    : Mudah-mudahan kita kecipratan airnya…hhhh..beginilah kalau kita terus-terusan bergaul dengan tanah, cangkul, dan padi! Tiap lebaran selalu saja sibuk ..bukan bikin kue atau beli baju untuk anak-anak, melainkan sibuk menggadaikan barang-barang…

Orang Desa 6    : atau..mugkin bulan depan kita harus ikut si A ke Kota..bekerja di Kota, tiap pupang menggembol uang jutaan?

Orang Desa  yang baru mudik muncul. Perlente, HP di tangan, kacamata tebal, wajah ayu karena kebetulan dia seorang wanita, baju ketat, belum lagi minyak wangi menebar harum.

Orang Mudik    : Babak-bapak lagihh apaan pada ngumpul di pinggir jalan gini!?

Orang Desa 4    : Biasa neng..lagi ngomongin nasib diri…

orang Mudik    : Hmm..kebetulan nih… saya ada uang lima puluh ribu rupiah..nih belikan rokok, kopi atau makanan..biar malam ini lebih semangat merondanya…

Orang Desa 2    : Wuiihhh si neng baik betulllll..makasih..makasih… tuh khan apa saya bilang….!

Orang Desa    : ckk…ckkk..ckkk…

Orang Mudik    : Bapak-bapak…akuwww pulang dulu ya….mamih dan papih nunggu nih

Orang Mudik berlalu…

Orang Desa 5    :  Mamihhhh…!??????Prettttttttttttt…!

Orang Desa 2    : Hushh tidak baik begitu….ini uang kita belikan kopi dan rokok saja ya…

Orang Desa    : hooh..!hooh..

Orang Desa 4    : Lha..lantas besok anak kita jadi ga dibelikan baju baru untuk lebaran???

Orang Desa 3    : Ya jadi lah..aku akan menggadaikan tape -recorder besok, dua ratus ribu perak, ambil duit…pergi ke pasar senggol, jadi deh beli baju untuk si Husin!!!

========

Tiga bulan berlalu, musim kemarau belum berakhir, ssawah kering kerontang, tanah belah, air sulit didapat, selokan hanya menyisakan plastik-plastik kering dan gersang, pesawahan menghampar kuning…

Orang Desa 2    : kapan kemarau ini berakhir….debu dan panassss….bukan main!!

Orang desa    : Yang aku takutkan justru sawah kita…O iyaaa…katanya tape-recorder yang kau gadai belum diambil ya…surat penagihan sudah datang kan?

Orang Desa 3    : Sudah seminggu…katanya kalau tidak ditebus akan hangus, barang akan dilelang…hhhhh….!

Orang Desa 5    : Makanya jangan digadai-gadai kalau tidak bisa nebusss!!

Orang Desa     : O iyaaa…katanya si A mau bangun rumah ya?

orang Desa 4    : hooh..hooh…

Orang Desa    : Wuihhh…makanya..kayaknya…kita harus kerja di kota juga biar nasib berubah seketika…!

Orang Desa 5    : Ga ah..aku akan tetap setiap pada sawah dan ladang…

=======

Sebulan kemudian… Orang desa banyak yang terlihat meramaikan dermaga, di Tanjung Priok, menjadi kuli kasar… di ujung telunjuk cukong-cukong yang asyik mengisap cerutu sambil duduk di bawah tenda megah, menghadapi beberapa gelas jus jeruk, padahal cuaca bukan main panasnya..seperti di neraka saja….!

Malamnya, orang-orang dessa tidur di tenda-tenda dan gubukgubuk sederhana yang terbuat dari kardus di susun, di pinggir kali, mana nyamuk bergerombol berebut jatah…Bau bukan main…dingin bukan alang kepalang.

Namun..sebelum mereka masuk ke dalam gubuk butut itu, mereka sempat melihat si A, wanita cantik desa itu, dibawa oleh boss mereka di dalam sebuah mobil mewah menuju hotel kayaknya..

OOoo..jadi  harus begituuu???

malam semakin menggelayut, bintang bertebaran di langit hitam… di belahan langit lain, barangkali sawah dan ladang yang mereka tinggalkan sedang menunggu mereka… dan cangkul-cangkul tetap menggantung di dalam gubuk pinggir sawah…

mereka ingin pulang…hanya belum bisa menggondol uang jutaan rupiah itu. Mungkin..tahun depan mereka akan menjadi petani kembali….




Hubungi Saya

0853-10-116936

0266- 9-116936

Foto Kuring

Image004

Foto000

Ngalamun

More Photos

RSS LPM Sudajayahilir

  • PNPM Kok Memble
    By: Warsa Idealisme yang saya anut hampir, bahkan memang sejalan dengan konsep awal PNPM. Bisa dikatakan dengan bahasa lain, idealism utopis, usang, dan memang melangit. Bahwa cita-cita tertinggi dari konsep utopis ini adalah ingin mengembalikan kembali nilai-nilai luhur bangsa berupa kejujuran, etos kerja, semangat untuk membantu orang lain, dan sifat altru […]

Komentar Singkat Kang Away

Ingin tertawa semua orang, ketika melihat beberapa orang menyalonkan diri sebagai Calon Legislatif, permasalahannya bukan dari segi kemampuan, namun ketidakmampuan mereka itulah yang menjadi bahan tertawaan. Mau dikemanakan negeri ini jiga anggota legislatifnya tidak bisa membuat barang satu bait kalimat pun!

Statistik

  • 68,492 hits

 

Oktober 2007
M S S R K J S
« Sep   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

SAVE OUR EARTH

Funny Myspace Comments
MyNiceSpace.com SELAMATKAN BUMI KITA
MASA DEPAN ANAK CUCU KITA
ADA DI TANGAN KITA

PUISI

Sepertinya Baru Kemarin

Ya, sepertinya baru kemarin
Kita memanjat didinng belakang sekolah
Karena melihat jam di tangan telah menunjukkan pukul tujuh lebih
Sambil berkata...ayo cepat..
Kita jangan kelihatan Pak Said..

Ya..rasanya baru kemarin

Ki Sunda

" Ari ceuk bẻja mah mah SUNDA tẻh boga harti anu nyusun dina dada. Hartina meureun, urang sunda kudu ngaheulakeun ati sanubari dina mẻmẻrẻs sagala perkara, pacẻkcokan, pacẻngkadan, atawa lamun ceuk basa buda kiwari mah konflik tẻa ngaranna.

Urang Sunda mah palias lamun kudu mẻrẻskeun hiji hal kalawan ngagunakeun leungeun beusi atawa ngagunakeun otot bari hahaok tur popolotot, lain sifat urang Sunda anu kitu mah. Tah, ceuk pamunut ti baraya, masih kẻnẻh aya teu urang sunda tẻh sakumaha anu boga pasifatan disebutkeun di luhur tadi?

Berita Singkat

Pendistribusian dana BLT bagi rumahtangga sasaran dilakukan di Kelurahan Sudajayahilir pada hari Jum-at, 27 Juni 2008. Rumahtangga sasaran mencairkan dana BLT itu di kantor Kecamatan Baros. Tidak ada kerusuhan dalam acara pendistribusian BLT ini seperti halnya yang sering kita saksikan pendistribusian BLT di beberapa daerah Indonesia lainnya.

Face Book Ku.. Hahay