Arsip untuk April, 2007

22
Apr
07

Cerpen: Pemakan Bendera

Yang tersisa dari keluargaku hingga hari ini adalah semangat yang sering diceritakan oleh ayah ayah ayah kakek , segalanya hampir telah sirna, sekedar untuk memikirkan sebutir biji jagung pun otak telah terperas habis, mungkin pesimis. Sementara, jika dipikir lebih mendalam tentang keadilan, apakah benar adanya keadilan itu? Masalahnya kemarin malam, Kusmin dipenjara hanya karena membuat tulisan di dinding dan merangkai beberapa kain lepek, botol-botol plastik, serta menyusun beberapa aneka sampah, yang saya maksudkan mungkin seni instalasi. Bertepatan dengan dipenjarakannya Kusmin, saya melihat beberapa orang pemakan bendera merah putih berkeliaran di jalan, dan ditonton oleh anak-anak kampung di televisi.

Pemakan bendera? Bisa jadi hanya bualan dan ungkapan dungu belaka! Tentu ada korelasinya dengan semangat yang sering diceritakan oleh ayah ayah ayah ayah kakek. Membawa, apalagi mengibarkan sang saka merah putih di zaman kolonial sama beratnya dengan memikul sebuah bukit. Bukan beban sebenarnya, kecuali tanggungjawabnya harus pasti. Jika saja keadilan itu adanya pasti, sudah barang tentu bendera tidak usah ditakuti oleh siapa pun. Kalau saja kebijaksanaan itu benar adanya, dan tercecer di ranah kehidupan sosial, sudah barang tentu lagi bisa dipastikan merah putih akan berkibar secara leluasa.

Ayah ayah ayah kakek harus membawa , tepatnya mengamankan bendera dari rampasan kaum kolonial. Di jalan ada barikade tentara kompeni, medan yang harus dilaluinya dari Bojongkokosan hingga Sukabumi adalah hamparan pesawahan , hutan. Pengamanan sangat ketat, inlander ekstrimist yang mencurigakan akan ditangkap dan dibawa ke kontrak perkebunan teh. Tidak sedikit para tua renta dijadikan rodi untuk membuat rel-rel kereta api.

Ya, ayah ayah ayah kakek berhasil menyelamatkan bendera kemudian mengibarkannya di pusat Sukabumi. Hanya saja tidak semua orang tahu. Orang zaman sekarang mungkin mulai melupakan kehebatan nenek moyangnya sebagai para pejuang.

” Apa yang ditulis Kusmin?” Tanya seorang pengunjung warung Mud kepada beberapa  orang yang sedang asyik mengunyah pisang goreng.

” Dia tidak menulis apa-apa, hanya menyampaikan keadilan lewat seni..!” Ucao yang lain.

” Sebaiknya jadi orang itu jangan sok tahu. Obyektif memang dibutuhkan  tapi harus lihat-lihat situasi lha! Jangan meminta susu kepada kerbau..” Kata seseorang yang memaki peci hitam. ” Itu perumpamaan, susu itu ibaratnya keadilan kerbau itu ibaratnya mereka yang memiliki muka tembok tebal kulit muka..!”

” Tapi… di mata saya, Kusmin itu adalah sosok seorang pejuang.!”

” Hhh..setidaknya, saya harus menyetujui ucapanmu. Masalahnya sederhana, Kusmin hanya mengotori dinding dengan coretan-coretan..”

” Sedangkan tempo hari , jalanan digenangi air , lumpur , sampah. tanah galian…!”

” Hhh.. tapi itu demi kepentingan umum, bung! Sedang Kusmin hanya melampiaskan hasrat pribadinya.!”

Kemudian obrolan kami berhenti ketika hansip Ika datang. Siapa tak kenal Hansip Ika, orang kepercayaan pak Lurah, mana galaknya bukan main!

Di jalanan, orang-orang mulai ramai beres-beres, dan bersih-bersih. Persiapan untuk menghadapi tujuh belas agustusan telah dimulai rupanya. Pagar-pagar dicat, segala sesuatunya dibuar baru. Gapura pun direka-reka, digambar, dinding yang dicoret-coret Kusmin sudah dilabur dengan kapur putih.Dalam kondisi yang dipahami hampir oleh seluruh orang sebagai pesta rakyat itu, orang-orang mulai melupakan ladang, bulir padi. palawija, dan kesusahan. Kemerdekaan adalah segalanya. Kusmin, bisa jadi… pikirannya berbeda dengan kebanyakan orang, mungkin, baginya, kemerdekaan itu hampir tidak ada.

Dan hampir di setiap penjuru. kemerdekaan itu tidak pernah ada. Ribuan, bahkan jutaan bendera yang dikibarkan oleh anak bangsa, sejalan dengan itu kesempatan untuk para pemakan bendera bendera semakin terbuka lebar. Sugiono salah satunya. Seorang lurah di kampungku, semua orang tahu itu. Tapi sudah menjadi rahasia umum, Lurah Sugiono sering menyakiti rakyat yang dipimpinnya dengan  keluhan-keluhan tidak berarti. Pada mulanya, tentang kegemarannya memakan bendera hanya diketahui oleh istrinya. Namun istri bukan jaminan bahwa rahasia pribadi bisa aman dan tidak bocor. Istrinya menceritakan rahasia itu kepada tetangga tetangga tetangga, dan tetangganya. Semua tahu, lurah Sugiono si pemakan bendera.

Orang bisa saja menerka dan mereka-reka, perut buncit dan muka tebal disebabkan sudah terlalu seringnya Lurah Sugiono melahap bendera. Memang terlalu banyak di zaman sekarang ini, orang menganut paham skeptisisime, masa bodoh, bukan urusan kita! Sebagian besar tidak percaya dan meragukan segala sesuatu. Hakikatnya kemustahilan, tapi anehnya, mereka larut juga dalam pikiran-pikiran sedemikian rupa, apakah dengan berpikir demikian mereka ragu? Sedangkan ketika ragu, orang sudah membuang kemustahilan untuk  mengakhiri sikap ragunya.

kemudian, orang-orang yang tahu tentang kebiasaan lurah Sugiono menurunkan kembali bendera-bendera yang telah mereka pasang di tiang-tiang, dengan alasan takut bendera itu dilumat oleh sang lurah si pemakan bendera. Jalanan lengang, bendera tidak berkibar-kibar lagi.

Lanjutannya, lurah Sugiono dikarantina oleh masyarakat di kantor kelurahan. Gelagat dan gerak-geriknya diawasi oleh orang-orang. Tentu saja masyarakat tidak mau memiliki pemimpin rakus sampai benrdera saja harus dilahapnya. Genderang keadilan meskipun ditabuh terlalu pelan tapi pada akhirnya berbunyi juga.

Dua minggu berselang. Kusmin telah dilepas. Dua orang saksi mata menggugurkan tuduhan terhadapnya. Yang kutemui pada diri Kusmin ketika bertatap wajah adalah sikap penyesalan. Ia merasa sangat menyesal, dua orang saksi itu telah melakukan adegan fiksi meskipun untuk kebebasan dirinya. Kusmin lebih baik mendekam dalam jeruji besi saja daripada harus lepas dan bergabung di dalam kehidupan yang sudah menganggap tulisan bukan sebagai senjata!

Berita tentang lepasnya Kusmin masuk ke dalam beberapa media cetak. Ada ucapan Kusmin yang ditulis besar-besar: SAYA AKAN MENCORET-CORET KEMBALI DINDING. SAYA AKAN MEMBUKTIKAN KEPADA KALIAN, BAHWA KEMERDEKAAN ITU HAMPIR TIDAK PERNAH ADA…

Esoknya, lurah Sugiono memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara membenturkan kepada ke jeruji besi karena keinginannya untuk melahap bendera tidak dikabulkan oleh seluruh masyarakat. Kepala lurah Sugiono pecah memancarkan darah kental, otak putih keluar, terberai. Ya….dia mati mengenaskan. Hanya saja, dia mengancam seblum membenturkan kepalanya..

” Kalian bodoh…bisa saja aku mati, tapi…besok..besok..besok..kalian akan melihat betapa banyaknya para pemakan bendera berkeliaran di negeri ini!” kata lurah Sugiono sambil melotot. Ah…orang-orang tidak peduli.

Kusmin berdiri menghadap dinding, kemudian mulai membuat coretan:  SAYA HANYA INGIN MERDEKA!!!  Dan … Kusmin ditangkap lagi ketika orang-orang merayakan kemerdekaan negeri ini. Orang-orang lupa, bahwa bendera-bendera mereka sedang diintai dan diawasi oleh para pemakan bendera. Sebaiknya… jaga baik-baik bendera anda, jangan sampai dimakan oleh mereka, meskipun itu sangat tidak mungkin!

Sukabumi, Juni 2006 

03
Apr
07

KOLOM : Keyakinan Dan Perjuangan

 

Go to fullsize image“ Hidup adalah keyakinan dan perjuangan “. Tanpa keyakinan hidup ini akan hampa, karena keyakinan merupakan motivator penggerak seseorang untuk melakukan sesuatu. Namun, keyakinan saja rasanya tidak cukup, ia membutuhkan sesuatu yang lain yaitu perjuangan. Sinerginya keyakinan dan perjuangan merupakan kekuatan yang tidak akan terbendung, ia bagaikan gelombang yang akan menyapu apa saja yang ada di hadapannya.

            Perjuangan, kapan dan di manapun akan selalu membutuhkan banyak pengorbanan, ini merupakan kenyataan yang tidak terbantahkan. Sejarah telah mencatat dengan tinta emasnya. Tanpa pengorbanan yang besar, mustahil sebuah perjuangan akan berhasil dengan gilang-gemilang. Perjuangan nabi Muhammad saw bersama para sahabatnya selama 23 tahun merupakan perpaduan antara keyakinan, perjuangan, dan pengorbanan. Selama dalam masa perjuangan yang dilalui oleh beliau saw.cobaan, baik itu bersifat fisik maupun non-fisik harus beliau alami. Kehilangan sahabat-sahabat yang dicintai, keluarga dan sanak famili, orang-orang dekat, harta benda, bahkan Rasulullah saw.harus berani menghadapi tantangan dari kelompok-kelompok yang sengaja ingin menghantam dan menghalau perjuangannya. Akan tetapi, perjuangan yang dilandasi dengan keyakinan untuk berkorban di jalan Allah telah mengantarkan beliau dan para sahabatnya kepada kesuksesan, bukan hanya di dunia juga di akhirat kelak, bukan hanya dinikmati oleh oleh segelintir orang juga bisa dirasakan oleh seluruh penghuni bumi waktu itu-yang memang sedang merindukan seorang mesiah-.

            Perjuangan yang dilakukan oleh  nabi Muhammad saw.lalu dilanjutkan oleh generasi sesuadahnya menjadikan umat ini berada pada posisi yang mulia. Mereka diorbitkan oleh Allah swt.sebagai umat terbaik (Khairu-Ummah). Seperti firman-Nya :

“ Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah  dari yang mungkar.” ( Ali Imran : 110)

            Dalam tafsirnya, Sayyid Quthb menjelaskan ayat ini dengan,” Umat Islam diorbitkan oleh Allah untuk maju ke garis depan untuk memegang kendali kepemimpinan  sebagai khairu –ummah. Allah menghendki supaya kepemimpinan di muka bumi ini untuk kebaikan bukan keburukan atau kejahatan”.[1]) . Dunia , ketika ada di bawah kepemimpinan orang-orang terbaik tentu saja akan mengarah kepada segala bentuk kebaikan pula, di dalamnya tidak akan terjadi kekacauan, pemaksaan, agitasi, sikap agresor dan keburukan-keburukan lainnya. Karena umat terbaik adalah sekelompok manusia yang selalu ingin memperjuangkan kebaikan karena bagi mereka melakukan kebaikan merupakan perjuangan yang harus ditegakkan serta merupakan upaya untuk mencapai cita-cita tertinggi , untuk mencapai keridhaan Allah swt.

            Memperjuangkan kebaikan merupakan salah satu karakteristik yang membedakan antara umat Islam dengan umat lain. Karena tidak sedikit fakta dan bukti yang memberikan informasi kepada kita, ketika dunia berada di bawah kekuasaan orang lain atau umat lain , tampak berbagai kerusakan dan kehancuran, perbaikan-perbaikan yang mereka katakan sebagai reformasi ataupun apa saja bentuk dan namanya , kenyataannya hanya merupakan perbaikan bagi mereka semata tanpa memperhatikan orang lain. Maka benarlah, bahwa perjuangan untuk menegakkan kebaikan ini merupakan salah satu karakteristik umat Islam, juga , seperti yang dikatakan oleh Yusuf Qordhawi,” merupakan kelebihan yang dimiliki oleh umat Islam yakni suatu umat yang tidak muncul begitu saja, melainkan dengan sengaja dilahirkan oleh Allah swt”.[2])

            Sebuah bangsa merupakan kumpulan individu, ketika individu-individu yang menempati sebuah negara memiliki hasrat yang kuat untuk menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar, umat tersebut adalah umat yang memiliki cita-cita mulia, cita-cita tertinggi, karena nilai kehidupan manusia ditentukan oleh perjuangan demi terwujudnya ideal-ideal yang luhur dan bermanfaat. Orang harus bertekad mencapai kedudukan tanpa pamrih kepada masyarakat.[3]) Perjuangan mulia dan luhur harus dilandasi oleh niat yang ikhlas, para pahlawan yang berjuang untuk memerdekakan Republik ini telah berjuang tanpa embel-embel untuk mendapatkan ini-itu. Maka alangkah naifnya jika kita yang sekarang hidup di alam kemerdekaan mau berjuang ketika ada embel-embel di belakangnya. Karena sebuah bangsa yang berjuang dengan didasari oleh pamrih, atau ada maunya, akan menyambut kegagalan. Bisa jadi segala bentuk upaya yang telah kita lakukan ini selalu mengalami kegagalan, karena motivasi kita yang terlalu pragmatis alias tidak ikhlas dalam melakukan perjuangan tersebut. Kita harus yakin sepenuhnya, perjuangan yang dilandasi oleh keikhlasan akan berbuah keberhasilan. Orang- Orang mukhlis yang mencari keridhaan Allah swt.dengan amalnya senantiasa melepaskan diri dari keuntungan dan kepentingan  pribadi. Merekalah yang mau menolong dakwah Islam dan mendapat kemenangan sekalipun mereka tidak berharta, tidak berkedudukan, dan tidak terpandang di tengah-tengah masyarakat manusia.[4]

            Perjuangan yang dilandasi oleh niat yang ikhlas merupakan pemberian dari Allah yang tidak boleh dibirkan tersia-sia atau digunakan untuk maksud-maksud yang kotor dan tujuan yang tidak manusiawi.[5]) Karena adakalanya kita khilaf, lalu perjuangan dalam kebaikan mengarah kepada hal yang tidak diharapkan. Tentu saja kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari salah sasaran itu. Perjuangan suci jangan digunakan untuk maksud-maksud yang tidak manusiawi karena Islam melarang umatnya untuk melakukan tindakan animalisasi ataupun dehumanisasi. Peperangan dibolehkan dalam Islam ketika seseorang dirampas hak-haknya, tetapi tidak layak bagi seorang mujahid yang ikut berperang di jalan Allah melegalkan cara-cara yang tidak terpuji, seperti membunuh anak-anak, membunuh wanita, atau merusak tanaman, hanya karena alsan untuk berjihad. Selain dari itu, apapun itu bentuknya, pembunuhan ataupun pemaksaan kehendak, perbudakan, diktatorisme, dan kolonialisasi ditentang oleh Islam.

            Kita selalu melihat , di zaman sekarang orang ramai meneriakkan hak azasi manusia, meneriakkan dengan lantang persamaan hak, kebebasan, dan kemanusiaan. Hal ini tentu saja dipelopori oleh Amerika yang mengaku sebagai adikuasa dan sang pembebas. Nyatanya ? rasanya jauh panggang dari api, hak azasi manusia yang mereka perjuangkan adalah hak azasi manusia versi mereka yang terlihat ambivalen,samar, dan memihak kepada kepentingannya saja. Maka tak aneh, jika penduduk dunia, khsusnya kelompok yang selalu dirugikan oleh Amerika dan sekutu-sekutunya melakukan perlawanan kepada mereka. Lebih jahat lagi, amerika dengan pongahnya mengatakan bahwa siapa saja yang berusaha untuk melakukan perlawanan kepada kebijakannya adalah teroris dan merupakan musuh bersama yang harus diperangi, memang sangat licik. Padahal, apa yang kita saksikan sekarang ini, tak lain adalah buah dari kekerasan .arogansi, dan kekesalan pada Amerika yang selama ini mereka rajut dan tata sehingga menjelma menjadi gumpalan aksi yang terorganisir secara baik.[6]) Perlawanan yang dilakukan oleh Osama bin Laden yang disinyalir oleh amerika bekerja sama dengan kelompok Al-Qaeda, serta perjuangan rakyat lain baik di Irak ataupun di belahan dunia manapun adalah wajar terjadi. Dalam pribahasa kita sering mendengar, semut pun kalau diinjak-injak ia akan menggigit juga. Mana ada manusia yang ingin direndahkan martabatnya dan dihina.

            Perjuangan untuk menegakkan kebenaran , sejak sejarah manusia terbit adalah merupakan tujuan misi dari kenabian. Para nabi revolusioner seperti nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Dan nabi Muhammad saw.adalah para pejuang kebaikan, yang rela dan berani berkonfrontasi dengan para penguasa tertinggi di zamannya. Musa as berjuang menegakkan kebaikan melawan tirani dan kesewenang-wenangan Firaun. Raison de etre dari wahyu ketuhanan dan misi sosial yang dibawa oleh para nabi sebagai ututsan Allah, pemimpin kaum lemah dan miskin, secara umum berdasarkan Al-Qur an ada tiga. Pertama, menyerukan kebenaran. Ke dua, berjuang melawan kebathilan dan kezaliman. Ke tiga, membangun masyarakat atas dasar persaudaraan, kebajikan, persamaan sosial, keadilan dan cinta kasih.[7])

            Lingkup perjuangan yang harus dilakukan oleh kita harus meliputi segala aspek kehidupan, menyeluruh, dan tidak berat sebelah . ini sesuai dengan salah satu karakteristik Islam yang seimbang , menyeluruh, dan paripurna. Yaitu :

1.      Di bidang Kemanusiaan

Objek dan subjek perjuangan dalam menegakkan kebaikan adalah manusia. Maka menjadi kewajiban bagi kita untuk terus mengupayakan terciptanya tatanan kemanusiaan yang seusai dengan nilai-nilai manusia itu. Bukan malah sebaliknya. Tidak terbantahkan kemajuan yang telah dicapai oleh Barat telah memposisikan manusia sebagai subjek sentral dalam kehidupan dan telah melahirkan humanisme yang antroposentrik, jelas sekali ini merupakan keberhasilan, akan tetapi manusia yang dilahirkan dari rahim kemajuan barat adalah jenis manusia sekuler, setengah manusia dan tidak mencerminkan manusia itu sendiri. Jenis manusia baru yang lahir dari peradaban Barat merupakan manusia-manusia lama yang telah diformulasikan sedemikian hingga, sehingga menghasilkan manusia baru dalam penampilan namun hakikatnya tetap sama, yaitu manusia yang gemar berperang, gemar berbuat curang, licik, dan siap berbuat apa saja dengan menghalalkan berbagai macam cara ntuk mencapai tujuan. Peradaban semakin maju , namun perang tetap tidak bisa dihentikan, kemanusiaan dan nilai-nilainya jatuh sedemikian dalamnya kederajat hewan, ini tak terbantahkan. Celakanya yang dirugikan adalah kita, Umat Islam. Bahkan sampai sekarang,” Umat Islam selalu menderita dalam kegelapan akibat perlakuan Barat yang sekarang menguasai dunia dengan perangkat organisasi internasionalnya seperti PBB dan Tatanan Dunia Baru yang merupakan kreasi setelah perang teluk II.[8])

            Perjuangan dalam menegakkan kebaikan adalah perjuangan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

2.      Di bidang sosial dan budaya.

Arus budaya mengalir begitu deras, celakanya yang terbawa arus adalah generasi-generasi Islam. Mereka terbawa hanyut oleh arus budaya barat yang jahiliyyah, budaya syahwati yang cenderung mendahulukan kepuasan syahwat dan hawa nafsu dari pada harus mendahulukan nurani dan akal sehat. Kehidupan sosial di era sekarang tidak bisa dipisahkan dengan tujuan-tujuan kerdil manusia untuk mengejar kepuasan syahwat, berbagai praktik kemaksiatan, kemesuman, dan praktik-praktik lainnya seakan-akan seperti sudah menjadi perbuatan yang sah. Adegan-adegan kemesuman bisa ditonton dengan mudah oleh kita dan aksesnya begitu luas tak terhalang oleh tempat karena memang agen yang membawanya adalah media ajaib yang disebut televisi. Sudah dipahami oleh seluruh bangsa Indonesia, bahwa praktik-praktik mesum seperti perjinahan merupakan hal yang dianggap biasa. Hubungan sex di luar nikah dipandang sebagai hal biasa. Budaya permisivisme , termasuk budaya free-sex semakin menggejala.[9])

            Adalah tugas kita untuk memperjuangkan kebaikan di bidang budaya dan sosial ini. Kita ,sebagai umat terbaik harus mewarnai kehidupan sosial dan budaya dengan kebaikan pula, tentu saja dimulai dari diri kita sendiri. Tampilakn dalam prilaku sikap-sikap mulia, supaya kita disaksikan oleh orang lain sebagai umat terbaik dan dapat dicontoh oleh mereka. Memang sangat sulit untuk mewujudkannya ketika umat Islam sendiri nyatanya jatuh dalam lembah nista, namun dengan takad yang kuat, kita pasti bisa menjadi pelopor kebaikan , Yakinlah !

3.      Di bidang pendidikan.

Perjuangan di bidang pendidikan adalah usaha yang sungguh-sungguh untuk mengembalikan pendidikan kepada posisi yang sebenarnya, meluruskan tujuan akhir  pendidikan dan mejadikan pendidikan sesuai dengan nilai-nilai kemanausiaan. Pendidikan harus menciptakan manusia paripurna, membentuk manusia yang bebas yaitu pembebasan manusia dari belenggu tradisi magis, mitologos, animistis, dan kultur kebangsaan yang bertentangan dengan Islam. Pembebasan manusia dari pemikiran sekuler atau pembebasan manausia dari dorongan fisiknya yang cenderung sekuler dan tidak adil pada fitrah atau hakikat kemanusiaannya yang benar.[10])

4.      Di bidang politik

Politik merupakan upaya untuk mencapai sesuatu. Diri kita, sadar maupun tidak sadar tidak bisa dipisahkan dengannya. Untuk itu, perjuangan dalam menegakkan kebaikan harus menyoroti juga masalah politik ini. Politik yang selanjutnya ada kaitannya dengan kekuasaan yang kita harapkan adalah politik yang bersih dan sesuai dengan cita-cita tertinggi Islam. Bukan politik kotor yang dipenuhi dengan intrik, hasudan, fitnah, dan cara-cara Machiavelis. Penguasa yang harus tampil adalah penguasa yang sehat ,adil, tidak memihak, dan siap meneriakan dan memberi teladan dalam melakukan akhlak-akhlak mulia. Bukan seperti yang diungkapkan oleh Niccolo Machiavelli, “ Since a prience, than, is required to know how assume a beast like nature. He must addopt that of  fox and that of  the lion. For a lion is defenseless against snares, and a fox is defenseless against wolves. Hence a prience ought to be a fox in recognizing snares and lion in driving off wolves. Thise who assume the bearing of the lion alone lack understanding.( Jadi, karena seorang penguasa perlu mengetahui bagaimana memanfaatkan sifat-sifat seperti binatang.ia harus mengambil sifat-sifat rubah dan singa. Karena singa tidak berdaya terhadap perangkap  dan rubah tidak berdaya menghadapi serigala. Oleh sebab itu, seorang penguasa  harus menjadi rubah agar mengenal perangkap dan menjadi singa untuk menghalau serigala-serugala. Mereka hendak bersikap seperti singa saja tiada memiliki pengertian.[11])

            Demikianlah perjuangan kita, perjuangan untuk menegakkan kebaikan sebagai jalan untuk mengambil kembali posisi kita sebagai ummat terbaik yang selama ini terlempar jauh dari diri kita. Semoga Allah senantiasa meridhai segala bentuk perjuangan kita. Amin. Wallahu ‘alam




[1] Sayyid Quthb, Fi Zhilalil Qur’an, Darusy-Syuruq, Beirut , 1992

[2] Yusuf Qordhawi, Anatomi Masyarakat Islam, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 1999

[3] Syed  Mujtaba Musawi Lari, Etika dan Pertumbuhan Spiritual, Lentera, Jakarta, 2001

[4] Yusuf Qordhawi, Fith-Thariq Ilallh, An-Niyat wal-Ikhlash, Maktabah Wahbiyyah, Kaior 1995

[5] Syed Mujtaba Musawi Lari, op.cit

[6] ES. Soepriyadi, Perang Salib Jilid II: Wajah Dunia Pasca Kiamat Kecil Amerika Serikat,Rabbani Press    dan Sinergi, Jakarta.

[7] Ziaul Haque, Revelation and Revolution in Islam, International Islamic Publisher, new Delhi

[8] Ali Abdul Halim, Pendidikan Ruhani , Gema Insani Press, Jakarta, 2000

[9] Adian Husain, Rajam dalam arus Budaya Syahwat: Penerapan Hukum Rajam di Indonesia dalam Tinjauan Syari’at Islam, Hukum Positif, dan Politik Global, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2001

[10] Wan Mohd Nor Wan Daud, Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam Syed M Naquib al-Attas, Mizan , Bandung, 2003

[11] Daniel Donno, The Prience With Selections From the Discourses , Bantam Books, New York 1985




Hubungi Saya

0853-10-116936

0266- 9-116936

Foto Kuring

Image004

Foto000

Ngalamun

More Photos

RSS LPM Sudajayahilir

  • PNPM Kok Memble
    By: Warsa Idealisme yang saya anut hampir, bahkan memang sejalan dengan konsep awal PNPM. Bisa dikatakan dengan bahasa lain, idealism utopis, usang, dan memang melangit. Bahwa cita-cita tertinggi dari konsep utopis ini adalah ingin mengembalikan kembali nilai-nilai luhur bangsa berupa kejujuran, etos kerja, semangat untuk membantu orang lain, dan sifat altru […]

Komentar Singkat Kang Away

Ingin tertawa semua orang, ketika melihat beberapa orang menyalonkan diri sebagai Calon Legislatif, permasalahannya bukan dari segi kemampuan, namun ketidakmampuan mereka itulah yang menjadi bahan tertawaan. Mau dikemanakan negeri ini jiga anggota legislatifnya tidak bisa membuat barang satu bait kalimat pun!

Statistik

  • 68,567 hits

 

April 2007
M S S R K J S
« Mar   Mei »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Klik Tertinggi

  • Tidak ada

SAVE OUR EARTH

Funny Myspace Comments
MyNiceSpace.com SELAMATKAN BUMI KITA
MASA DEPAN ANAK CUCU KITA
ADA DI TANGAN KITA

PUISI

Sepertinya Baru Kemarin

Ya, sepertinya baru kemarin
Kita memanjat didinng belakang sekolah
Karena melihat jam di tangan telah menunjukkan pukul tujuh lebih
Sambil berkata...ayo cepat..
Kita jangan kelihatan Pak Said..

Ya..rasanya baru kemarin

Ki Sunda

" Ari ceuk bẻja mah mah SUNDA tẻh boga harti anu nyusun dina dada. Hartina meureun, urang sunda kudu ngaheulakeun ati sanubari dina mẻmẻrẻs sagala perkara, pacẻkcokan, pacẻngkadan, atawa lamun ceuk basa buda kiwari mah konflik tẻa ngaranna.

Urang Sunda mah palias lamun kudu mẻrẻskeun hiji hal kalawan ngagunakeun leungeun beusi atawa ngagunakeun otot bari hahaok tur popolotot, lain sifat urang Sunda anu kitu mah. Tah, ceuk pamunut ti baraya, masih kẻnẻh aya teu urang sunda tẻh sakumaha anu boga pasifatan disebutkeun di luhur tadi?

Berita Singkat

Pendistribusian dana BLT bagi rumahtangga sasaran dilakukan di Kelurahan Sudajayahilir pada hari Jum-at, 27 Juni 2008. Rumahtangga sasaran mencairkan dana BLT itu di kantor Kecamatan Baros. Tidak ada kerusuhan dalam acara pendistribusian BLT ini seperti halnya yang sering kita saksikan pendistribusian BLT di beberapa daerah Indonesia lainnya.

Face Book Ku.. Hahay