Hujan telah mengantarkan hari pada sore
Hingga di dedaunan berdiri dengan sendu titik-titik air
Jatuh ke bawah perlahan tanpa Tanya, akankah aku kembali lagi
Anak-anak kecil berlari lalu melompat ke selokan, air keruh mengapung terbawa batang pohon pisang
Dari jauh, pelan dan mengayuh suara seorang petani memanggil awan
Kapan hujan akan berhenti
Ketika kuberdiri di atas hamparan pematang sambil memegang daun pisang
Memayungi…
Aku tahu kau berdiri juga di seberang sana
Dengan nanar pandang penuh harap
Harap akan aku yang harus menerjang hujan dan membelai rambut basahmu
Ya, aku selalu ingin melakukan itu saat kau membutuhkannya
Akan tetapi selalu saja, ketika kuterjang hujan itu, kau pun berlari ke pematang lain
Aku selalu ingin kau berbisik seperti itu
Ketika cinta tidak sesederhana api yang membakar kayu bakar
Ketika kasih tidak sesederhana angin yang menyapu mega di atas sana
Aku selalu ingin kau diam ketika aku berbisik lembut sambil membelai rambut basahmu


Komentar